Koma.id | Jakarta – Aksi demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, berakhir setelah perwakilan mahasiswa Universitas Trisakti diterima untuk audiensi oleh pimpinan DPR. Pertemuan berlangsung di ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara, dan dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bersama Saan Mustopa. Jumat (19/06).
Dalam pertemuan yang dihadiri lebih dari 50 mahasiswa dari berbagai kampus termasuk Universitas Trisakti, Esa Unggul, dan Mercu Buana, serta organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), para peserta menyampaikan tiga tuntutan utama yang disebut sebagai Tritura Trisakti.
Tiga Tuntutan Mahasiswa
- Pemulihan ekonomi dan politik Mendesak penurunan harga bahan pokok dan BBM serta menghentikan pemborosan APBN.
- Evaluasi pejabat dan program pemerintah Meminta perbaikan komunikasi publik dan peninjauan ulang kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.
- Supremasi sipil dan penolakan RUU Polri Menolak tindakan represif aparat di ruang sipil serta proyek strategis nasional (PSN) yang dianggap merugikan masyarakat.
Wakil Ketua DPR Saan Mustopa menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa melalui mekanisme internal dewan.
“Kami ingin mendengarkan langsung apa yang menjadi aspirasi mereka,” ujarnya sebelum pertemuan dimulai.
Sementara itu, di luar gedung parlemen, ribuan mahasiswa dari berbagai elemen kampus masih memadati Jalan Gatot Subroto hingga menjelang malam. Arus lalu lintas arah Slipi sempat ditutup karena padatnya massa aksi.
Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Muhammad Putra, menegaskan bahwa DPR seharusnya turun langsung menemui rakyat, bukan sebaliknya.
“Kami adalah tuan mereka, mereka adalah pembantu kami. Tuan tidak perlu menunggu pembantu, pembantu yang harus menemui tuannya,” ujarnya di tengah aksi.
Setelah audiensi selesai sekitar pukul 18.30 WIB, massa mahasiswa mulai membubarkan diri secara tertib dari pelataran Gedung DPR. Polisi tetap berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan situasi aman dan terkendali.








