Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Daerah

Korban Luka Demi di Pati 57 Orang, Tak Ada yang Meninggal

Views
×

Korban Luka Demi di Pati 57 Orang, Tak Ada yang Meninggal

Sebarkan artikel ini
Situasi depan Pendopo Pati
Situasi di depan pendopo Kabupaten Pati usai demonstran pecah. [Foto : Lingkartv]

KOMA.ID, PATI – Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Lucky Pratugas Narimo menyampaikan informasi soal pelurusan kabar jika ada korban jiwa dalam aksi unjuk rasa mendesak pencopotan Sudewo sebagai Bupati Pati pada hari ini, Rabu 13 Agustus 2025.

Dalam laporan yang ia dapatkan dari jajaran usai melakukan koordinasi dengan seluruh rumah sakit dan puskemas yang ada, jumlah korban sebanyak 57 orang. Semuanya dalam kondisi baik luka berat maupun ringan.

Silakan gulirkan ke bawah

“Data yang kami himpun dari 11 rumah sakit dan juga Puskesmas yang kami koordinasikan, bahwa untuk korban luka ringan maupun luka berat yang saat ini dirawat ini sampai dengan pukul 15.11 WIB sejumlah 57 orang,” kata Lucky dalam keterangan persnya, Rabu (13/8/2025).

Dari total korban yang sedang dirawat di layanan kesehatan Kabupaten Pati, tidak ada korban jiwa di dalamnya.

“Tidak ada korban meninggal dunia. Jadi semua korban dalam kondisi aman, terkendali,” ujarnya.

Data ini menjadi update dari informasi yang sempat diutarakan oleh Kabid Humas Polda Jawa Tengan Kombes Pol Artanto. Di mana sebelumnya ia mengatakan jika total korban ada 36 orang.

“Korban ada 34 orang, saat ini sedang diobati dan dirawat. Ada yang sudah dipulangkan. Ada 7 atau mungkin lebih dari anggota Polri. Luka-luka lebam, luka bocor kepala, robek kulit karena aksi anarkis ini,” kata Artanto.

Dalam paparan Artanto pula, bahwa aksi massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu sempat damai. Namun mendadak chaos setelah disebut kedatangan massa aksi anarkis yang memicu situasi semakin tidak kondusif.

“Menjelang siang hari muncul kelompok lain yang bersifat anarkis sehingga merusak suasana aksi unjuk rasa yang damai, yang mengakibatkan situasi eskalasinya menjadi meningkat dan chaos,” terang Artanto.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.