Koma.id – Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta buka suara terkait pernyataan mantan Rektor UGM Sofian Effendi soal keaslian ijazah Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). UGM mengklaim sudah menjelaskan secara proporsional terkait ijazah sarjana Jokowi dan meminta tidak diseret ke ranah politik.
“UGM sebagai institusi akademik sudah menjelaskan secara proporsional dan apa yang kita lakukan selama ini adalah bagian dari tanggung jawab akademik,” kata Wakil Rektor UGM, Ari Sujito, Jumat (18/7).
UGM memastikan Jokowi adalah alumnus fakultas kehutanan yang telah melaksanakan seluruh proses studi sejak 1980 hingga lulus pada 5 November 1985. UGM sendiri menghargai pendapat yang disampaikan mantan rektornya, dan menjadi tanggung jawab pribadi yang bersangkutan.
UGM Fokus Pendidikan dan Pengajaran
Pihak UGM meminta jangan menyeret UGM ke ranah politik. Saat ini UGM akan tetap fokus pada bidang pendidikan dan pengajaran.
“Kalaupun tiba-tiba Pak Sofian membuat podcast dan kemudian minta maaf itu bagian dari tanggung jawab beliau, yang jelas jangan seret juga UGM pada urusan politik,” ujar Ari Sujito.
Sebelumnya, Rektor UGM 2002-2007 Sofian Effendi menyebut ijazah Jokowi palsu dan tidak memenuhi syarat untuk melanjutkan program sarjana.
Hal tersebut Sofian Effendi sampaikan saat berbincang dengan Rismon Sianipar dan disiarkan langsung di kanal Youtube. Belakangan Sofian Effendi menarik ucapannya dan meminta maaf atas apa yang disampaikan sebelumnya.













