Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

Cinta Laura Nilai Tuntutan JPU ke Nadiem Bikin Anak Muda Hebat Takut Mengabdi ke Negara

Views
×

Cinta Laura Nilai Tuntutan JPU ke Nadiem Bikin Anak Muda Hebat Takut Mengabdi ke Negara

Sebarkan artikel ini
Cinta Laura
Cinta Laura Kiehl.

KOMA.ID, JAKARTA – Influencer sekaligus aktris Indonesia Cinta Laura Kiehl melontarkan kritik keras terhadap tuntutan 18 tahun penjara yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada Nadiem Anwar Makarim dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek.

Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Cinta Laura menilai tuntutan tersebut justru memberi pesan buruk bagi generasi muda yang ingin terlibat membangun Indonesia melalui pemerintahan.

Silakan gulirkan ke bawah

“18 tahun. Itu tuntutan jaksa buat seseorang yang udah ngabisin waktu bertahun-tahun mencoba memajukan negara ini,” tulis Cinta Laura.

Ia menegaskan, persoalan tersebut bukan sekadar soal setuju atau tidak terhadap kebijakan politik Nadiem selama menjabat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Menurutnya, kasus itu memperlihatkan pola yang selama ini membuat banyak orang kompeten enggan masuk ke pemerintahan.

“Indonesia itu punya pola yang diam-diam menghancurkan: orang-orang pinter, kompeten, dan punya niat tulus masuk ke pemerintahan, tapi ujung-ujungnya malah dihancurin sama sistem,” ujarnya.

Cinta menilai kondisi itu berbahaya karena secara tidak langsung mengajarkan generasi muda bahwa jalur paling aman adalah menjauh dari sistem pemerintahan atau bahkan meninggalkan Indonesia.

“Siapa juga yang mau kalau mereka ngelihat langsung kejadian kayak gini di depan mata?” katanya.

Menurut Cinta Laura, banyak talenta muda Indonesia sebenarnya masih memiliki kecintaan besar terhadap tanah air. Namun, mereka memilih membangun kontribusi melalui sektor lain karena merasa masuk ke dalam sistem pemerintahan terlalu berisiko.

Ia juga menyinggung pentingnya reformasi tata kelola negara agar inovasi dan kreativitas anak muda tidak mati akibat praktik kekuasaan yang dianggap koruptif.

“Sehebat apa pun startup, kreator, atau inovator kita di kancah dunia, kalau pemerintahnya tetap korup dan gila kuasa, kalau aturannya gak ngelindungin rakyat atau gak ngasih ruang buat industri berkembang dengan sehat, terus kita sebagai masyarakat bisa berharap apa?” tulisnya.

Cinta menyebut kasus yang menjerat Nadiem menjadi momen menyedihkan bagi Indonesia karena memberi sinyal bahwa negara belum mampu melindungi orang-orang yang mencoba membawa perubahan.

“Ini momen yang sedih banget buat Indonesia. Bukan cuma karena ada satu orang yang lagi diadili, tapi karena pesan yang ditangkap sama semua orang pintar dan idealis yang lagi ngelihatin kasus ini: bahwa negara ini sepertinya belum siap buat ngelindungin orang-orang yang berani membawa perubahan,” tandasnya.

Diketahui, Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) Kemendikbudristek tahun anggaran 2020–2022. Jaksa juga menuntut pembayaran uang pengganti bernilai triliunan rupiah dalam perkara tersebut.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.