KOMA.ID, JAKARTA – Direktur eksekutif Rumah Politik Indonesia (RPI), Fernando Emas menyentil Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol TNI Teddy Indra Wijaya. Hal ini terkait dengan viralnya perayaan hari ulang tahun Teddy yang ke 37 tahun, di mana perayaan hari ulang tahun jebolan Kopassus TNI tersebut dianggap bisa melukai hati rakyat di tengah narasi efisiensi anggaran negara oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Sangat disayangkan, perayaan ulang tahun Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sepertinya tidak taat pada keputusan tersebut (efisiensi anggaran -red),” kata Fernando, Selasa (21/4/2026).
Bagi Fernando, publik Indonesia akan memberikan stempel negatif ke pemerintahan Prabowo gegara event perayaan ulang tahun Teddy. Salah satunya perayaan HUT ke 37 tersebut di kantor Sekretariat Negara, di mana Teddy dan timnya di Setkab berkantor di sana.
“Di saat pemerintah sedang melakukan efisiensi secara ketat, perayaan ultah di Hotel, pesawat hingga kantor Sekretariat Negara merupakan pembangkangan terhadap kebijakan Presiden Prabowo untuk melakukan efisiensi,” ujarnya.

Sejumlah Titik di Jakarta Gelap Sabtu Malam
Bahkan ia tersebut menyarankan agar Teddy dan para pejabat lainnya mencontoh ibu Didit, yakni Titiek Soeharto yang kedapatan merayakan ulang tahun ke 67 tahun dengan sangat sederhana. Padahal ia juga orang sangat dekat dengan Presiden Prabowo Subianto sekaligus Ketua Komisi IV DPR RI periode 2024-2029.
“Seharusnya Teddy mencontoh bu Titiek Soeharto yang merayakan ultahnya secara sederhana di DPR,” tukasnya.

Oleh sebab itu, Fernando pun menyarankan agar Teddy Indra Wijaya meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Indonesia, yang ia yakini ada yang sakit hati dan tidak nyaman dengan perayaan ulang tahun tersebut.
“Saya berharap Teddy meminta maaf kepada masyarakat Indonesia yang merasa tersakiti, karena secara sengaja mengekspos perayaan ultahnya. Seolah-olah orang-orang kepercayaan Prabowo ingin menjatuhkan kepercayaan publik terhadap Presiden Prabowo,” tandas Fernando.
Bahkan kata dia, kemewahan yang dipertontonkan Teddy tersebut bisa saja akan berdampak kurang baik bagi persepsi publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya sudah berjalan cukup baik itu.
“Hal itu dianggap karena pemberlakuan efisiensi anggaran hanya omon-omon dan berlaku untuk Kementerian atau lembaga lain saja,” pungkasnya.













