Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ragam

Ustadz Hilmi Firdausi Kritik Respons Teddy Indra Wijaya terhadap Dino Patti Djalal: Duh, Sekaliber Pak Dino Dibegitukan

Views
×

Ustadz Hilmi Firdausi Kritik Respons Teddy Indra Wijaya terhadap Dino Patti Djalal: Duh, Sekaliber Pak Dino Dibegitukan

Sebarkan artikel ini
UHF
Ustadz Hilmi Firdausi

KOMA.ID, JAKARTA – Pendakwah sekaligus tokoh media sosial, Ustadz Hilmi Firdausi, melontarkan kritik terhadap respons Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang dianggap menyindir mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal.

Kritik tersebut disampaikan Hilmi melalui akun media sosial X miliknya setelah beredar video penjelasan Teddy terkait kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya mendapat sorotan dari Dino Patti Djalal.

Silakan gulirkan ke bawah

Menurut Hilmi, Dino menyampaikan pandangannya dalam kapasitas sebagai diplomat senior yang memiliki pengalaman panjang di bidang hubungan internasional.

“Pak Dino Patti Djalal cuma mengingatkan Presiden sesuai dengan kapasitasnya sebagai diplomat senior. Tugas ini sebenarnya harus dilakukan DPR, tapi ya tahu sendiri lah,” tulis Hilmi Firdausi.

Ia menilai sejumlah masukan yang disampaikan Dino justru memiliki substansi yang layak dipertimbangkan oleh pemerintah.

“Point-pointnya juga sangat bagus dan berisi. Tapi kenapa dijawab dengan nada julid sampai membawa-bawa ‘cuma tiga bulan jadi Wamenlu’. Duh, sekaliber Pak Dino dibegitukan. Astaghfirullah,” ujarnya.

Soroti Pernyataan soal Dana Pribadi Presiden

Selain menyoroti gaya komunikasi Teddy terhadap Dino, Hilmi juga mengkritik pernyataan Seskab yang menyebut sebagian biaya perjalanan luar negeri Presiden Prabowo ditanggung menggunakan dana pribadi.

Menurutnya, pernyataan tersebut justru berpotensi menimbulkan persoalan baru terkait tata kelola keuangan negara.

“Belum jawaban blunder tentang Presiden nombokin biaya perjalanan ke luar negeri pakai uang pribadi. Ini sungguh menyalahi tata kelola keuangan negara,” kata Hilmi.

Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan kenegaraan semestinya tidak bergantung pada kemampuan finansial pribadi seorang pejabat, termasuk Presiden.

“Negara seharusnya tidak bergantung pada kemampuan finansial pribadi pejabatnya. Sistem pemerintahan dirancang agar kegiatan kenegaraan tetap berjalan siapa pun presidennya dan berapa pun kekayaan pribadinya,” tuturnya.

Menurut Hilmi, penggunaan dana pribadi dalam kegiatan yang berkaitan dengan tugas kenegaraan justru dapat memunculkan pertanyaan mengenai aspek akuntabilitas dan mekanisme pertanggungjawaban anggaran.

“Belum lagi hal ini pasti menimbulkan pertanyaan akuntabilitas dan lain sebagainya,” sambungnya.

Sindir Klarifikasi Teddy

Di akhir komentarnya, Hilmi bahkan melontarkan sindiran ringan terkait polemik yang berkembang setelah penjelasan Teddy disampaikan ke publik.

Ia mengaku semula memperkirakan perhatian masyarakat akan tertuju pada pidato Presiden Prabowo dalam forum internasional yang menjadi pembahasan publik beberapa waktu terakhir.

Namun yang terjadi justru sebaliknya.

“Kemarin saya kira netizen bakalan sibuk ngomentarin pidato Presiden, syukurlah beliau baca teks. Tapi ternyata dapat tugas baru, ngomentarin klarifikasinya Seskab Teddy,” tulisnya disertai emoji tertawa.

Sebagaimana diketahui, polemik ini bermula setelah Dino Patti Djalal memberikan sejumlah catatan terkait frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut kemudian mendapat respons dari Seskab Teddy Indra Wijaya yang menjelaskan manfaat diplomatik dari kunjungan Presiden sekaligus menyinggung masa jabatan Dino sebagai Wakil Menteri Luar Negeri yang hanya berlangsung sekitar tiga bulan.

Respons Teddy tersebut kemudian memicu perdebatan di ruang publik, dengan sebagian pihak menilai kritik Dino merupakan masukan konstruktif dari seorang diplomat senior, sementara pihak lain menganggap penjelasan pemerintah diperlukan untuk meluruskan berbagai persepsi yang berkembang di masyarakat.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.