Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

PB SEMMI Akan Laporkan Saiful Mujani ke Bareskrim Polri

Views
×

PB SEMMI Akan Laporkan Saiful Mujani ke Bareskrim Polri

Sebarkan artikel ini
Gurun
Praktisi Hukum, Gurun Arisastra.

KOMA.ID, JAKARTA – Ketua Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) Gurun Arisastra angkat bicara perihal pernyataan ajakan Saiful Mujani meminta masyarakat penggulingan Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia.

Menurut Gurun, pernyataan Saiful Mujani berupa ajakan gulingkan Prabowo Subianto dinilai tidak arif dan lebih mengarah kepada kerusakan bukan perbaikan.

Silakan gulirkan ke bawah

“Kita tahu kondisi global hari ini sedang berada pada ketidakpastian, ajakan menggulingkan pemerintahan tentu tidak arif, hanya akan membawa arah bangsa dan negara lebih pada kemudharatan, ini jauh lebih berbahaya,” kata Gurun, Rabu (8/4/2026).

Lebih lanjut, Gurun mengatakan ajakan pelengseran Presiden Prabowo Subianto dengan modus operandi penggalangan massa dinilai menyalahi prosedural yuridis konstitusi.

“Menjatuhkan Presiden tentu harus kedepankan prosedural konstitusi sesuai pasal 7A dan 7B UUD 1945, terpenuhinya alasan-alasan hukum pemberhentian, dan diajukan melalui sidang DPR/MPR, tahap ini yang justru harus dilakukan, bukan seperti apa yang disampaikan oleh Saiful Mujani,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Gurun menegaskan bahwa Saiful Mujani akan dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri untuk mempertanggungjawabkan pernyataannya itu.

“Kita akan laporkan ini di bareskrim, segera,” pungkas Gurun.

Sebagai informasi, pernyataan Saiful Mujani yang menuai kontroversi berawal dari video yang beredar luas di media sosial. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @leveenia, yang mengaku terkejut dengan narasi yang disampaikan oleh akademisi senior tersebut.

“Hari ini, dikirimin teman dan sungguh sangat kecewa bahasa-bahasa ini keluar dari mulut seorang PROFessor (atau udh jadi PROFokator) yang katanya akademisi ‘nggak main-main tentang angka’,” tulis akun tersebut.

“Kontradiktif banget, ini Professor Saiful Mujani punya lembaga survei, pasti bermain dengan angka, dan harusnya tertib dengan etika demokrasi. Tapi kok narasinya malah ngajak orang-orang untuk berkonsolidasi menjatuhkan Presiden dengan cara yang inkonstitusional dan non-demokratis,” sambung dia.

Dalam video yang beredar, Saiful Mujani secara terbuka menyampaikan pandangannya terkait kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia bahkan menilai jalur formal pemakzulan tidak efektif dan mendorong konsolidasi untuk menjatuhkan presiden.

“Saya alternatifnya bukan pada prosedur yang formal impeachment seperti itu, itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu,” ucap Saiful.

“Kalau nasihati Prabowo nggak bisa juga, bisanya hanya dijatuhkan, itulah menyelamatkan tapi bukan menyelamatkan Prabowo menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” sambungnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.