Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Daerah

Pemprov DKI Gelar Bazar Pangan Ramadan di 43 Titik, Upaya Tekan Lonjakan Harga 

Views
×

Pemprov DKI Gelar Bazar Pangan Ramadan di 43 Titik, Upaya Tekan Lonjakan Harga 

Sebarkan artikel ini
Pasar Murah Dki
Bazar Pangan Ramadan dan Bazar UKM Pemprov DKI Jakarta pada 2–13 Maret 2026 di 43 titik. (Foto / Istimewa)

Koma.id Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Bazar Pangan Ramadan dan Bazar UKM pada 2–13 Maret 2026 sebagai langkah intervensi untuk menekan lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Idulfitri.

Program ini dilaksanakan di 43 titik yang tersebar di lima wilayah kota administrasi serta Kabupaten Kepulauan Seribu.

Silakan gulirkan ke bawah

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan bazar tersebut digelar sebagai respons atas meningkatnya tekanan harga pangan yang biasa terjadi menjelang hari besar keagamaan.

“Langkah ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya tekanan harga pangan secara nasional. Data terbaru Badan Pusat Statistik menunjukkan kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang utama inflasi,” ujar Elisabeth dalam keterangannya, dikutip Selasa (10/3/2026).

Berdasarkan laporan BPS, inflasi nasional pada Februari 2026 tercatat 0,68 persen secara bulanan dan 4,76 persen secara tahunan. Sementara inflasi kelompok pangan tercatat sekitar 1,54 persen secara bulanan.

Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, cabai merah, beras, serta bawang merah. Menurut Elisabeth, kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri.

“Bazar Pangan Ramadan ini merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah untuk membantu menstabilkan harga pangan menjelang Idulfitri. Dengan menambah pasokan langsung ke masyarakat, kami berharap tekanan harga di pasar dapat stabil kembali,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, bazar ini melibatkan sejumlah lembaga pangan seperti Perum Bulog, ID Food, serta BUMD pangan milik Pemprov DKI Jakarta, yakni PT Food Station Tjipinang Jaya, Perumda Pasar Jaya, dan PT Dharma Jaya.

Elisabeth menjelaskan, program ini juga diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi kebutuhan pokok sehingga harga yang diterima masyarakat menjadi lebih terjangkau.

Selain menyediakan bahan pangan murah, kegiatan ini juga terintegrasi dengan Bazar UKM yang menghadirkan berbagai produk dari pelaku usaha kecil dan menengah binaan program Jakarta Entrepreneur.

Ia menambahkan, program tersebut sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang mendorong stabilitas harga dan pasokan pangan menjelang Idulfitri tetap terjaga.

“Melalui bazar ini, kami menambah pasokan pangan langsung ke masyarakat agar lonjakan harga menjelang Idulfitri bisa ditekan, sekaligus memberi ruang bagi pelaku UKM untuk meningkatkan penjualan selama Ramadan,” pungkas Elisabeth.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.