Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Kesehatan

Kasus Influenza di Indonesia Naik 38 Persen, IIF dan APACI Desak Pemerintah Integrasikan Vaksinasi

Views
×

Kasus Influenza di Indonesia Naik 38 Persen, IIF dan APACI Desak Pemerintah Integrasikan Vaksinasi

Sebarkan artikel ini
Kasus Influenza di Indonesia Naik 38 Persen, IIF dan APACI Desak Pemerintah Integrasikan Vaksinasi
Indonesian Influenza Foundation (IIF) bersama Asia Pacific Alliance for the Control of Influenza (APACI) dalam Hybrid Simposium, Sabtu (1/11). (Foto/Istimewa)

Koma.id Kasus influenza di Indonesia dilaporkan meningkat tajam dalam beberapa minggu terakhir. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan lonjakan mencapai 38% dibanding periode yang sama tahun lalu, dengan sebagian besar kasus berasal dari varian Influenza tipe A yang dikenal lebih menular dan sulit dikendalikan.

Menanggapi situasi tersebut, Indonesian Influenza Foundation (IIF) bersama Asia Pacific Alliance for the Control of Influenza (APACI) menyerukan agar pemerintah segera mengintegrasikan vaksinasi influenza ke dalam sistem kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Silakan gulirkan ke bawah

“Dengan meningkatnya kasus flu di berbagai negara dan bukti kuat manfaat vaksinasi, sudah saatnya Indonesia menempatkan vaksin influenza sebagai bagian dari strategi kesehatan nasional,” ujar Prof. Cissy B. Kartasasmita, M.Sc., Ph.D., SpA (K), pakar respirologi anak dari IIF.

Ia menekankan, tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pencegahan influenza dan memastikan kelompok berisiko (seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, serta tenaga medis) mendapatkan perlindungan optimal.

“Influenza pada anak bervariasi luas, dan pada beberapa kasus dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia,” tambahnya.

Sementara itu, Dr. Fitria Nurul Hidayah, pakar penyakit menular, menjelaskan bahwa varian influenza tipe A merupakan jenis yang paling cepat bermutasi sehingga lebih sulit dikendalikan.

“Penyakit ini sering dianggap ringan, padahal setiap tahun menyebabkan ribuan orang dirawat di rumah sakit, terutama anak-anak dan lansia,” ujarnya.

Peningkatan kasus flu ini juga diduga berkaitan dengan perubahan cuaca ekstrem dan mobilitas masyarakat yang tinggi pasca long weekend Oktober.

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pola hidup bersih dan sehat, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek, nyeri otot, dan kelelahan berat.

Menurut data WHO, vaksinasi influenza dapat menurunkan risiko rawat inap akibat komplikasi hingga 60% pada kelompok usia lanjut. Di banyak negara, vaksin influenza telah menjadi bagian dari program imunisasi tahunan, sementara di Indonesia pelaksanaannya masih bersifat mandiri dan terbatas di fasilitas kesehatan tertentu.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.