Koma.id – Aksi unjuk rasa pengemudi angkutan umum di Balai Kota DKI Jakarta Pusat, Selasa (30/7). Jalan di depan kantor Balai Kota telah diduduki oleh massa berseragam biru khas Jaklingko.
Massa terlihat membawa sejumlah bendera kecil dari sejumlah perkumpulan operator Jaklingko Mikrotrans. Beberapa di antaranya adalah Kopamilet Jaya, Kolamas Jaya, Purimas Jaya, Komika Jaya, Komilet Jaya, dan Kojang Jaya.
Sejumlah Titik di Jakarta Gelap Sabtu Malam
Massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Laskar Biru ini melakukan aksi unjuk rasa mulai dari 08.00-16.00 WIB. Aksi massa ini menuntut agar mereka dapat bertemu langsung dengan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono untuk menyuarakan kegelisahan mereka.
Namun, saat ini, Heru Budi diketahui sedang beraktivitas di luar kantor Balai Kota. “Gaji belum turun, bagaimana kita kerja bisa semangat,” ujar salah satu orator dari mobil komando.
Polisi dan Rekayasa Lalu Lintas
Polres Jakarta Pusat mengerahkan 969 personel untuk mengawal jalannya aksi. Tim gabungan dari TNI dan Polri ini akan berjaga di sekitar Balai Kota DKI Jakarta. “(Dikerahkan) 969 personel. Jalan Medan Merdeka Selatan akan dialihkan apabila skala massa unjuk rasa meningkat,” ujar Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro saat dihubungi pada Selasa pagi.
“Pengalihan arus dari depan Kedubes AS ke Patung Kuda, lalin ditutup, dialihkan semua ke depan Gambir,” Kasat Lantas Polrestro Jakpus Kompol Gomos Simamora, saat dihubungi, Selasa (30/7). Ia menjelaskan lalu lintas dialihkan bagi pengendara yang ingin melintas dari depan Kedubes AS hingga ke Patung Kuda, sehingga pengendara bisa melintas melalui Gambir.
Rute JakLingko dan KAI Berubah
Bukan saja pengalihan lalu lintas, tentu saja aksi unjuk rasa ini berimbas buruk pada masyarakat banyak. Berdasarkan platform X @PT_Transjakarta diinformasikan sejumlah rute JakLingko tidak beroperasi.
“Layanan mikrotrans rute JAK 33, JAK 34, JAK 35, JAK 41, JAK 42, JAK 61, JAK 76, JAK 77, JAK 84, JAK 90 dan JAK 106 sementara tidak beroperasi melayani pelanggan. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” demikian dikutip dari akun Transportasi Jakarta.
Selain itu, PT Kereta Api Daop 1 melakukan pengaturan pola operasi pada beberapa kereta api jarak jauh keberangkatan Stasiun Gambir berjarak tak sampai 1 km dari lokasi aksi.
Kereta api yang tadinya tidak berhenti di Stasiun Jatinegara akan diberhentikan di Stasiun tersebut guna menghindari keterlambatan calon penumpang karena adanya kemacetan arus lalu lintas di sekitar jalan menuju Stasiun Gambir.
“Keberangkatan KA pada pukul 06.00 WIB sampai 16.00 WIB akan berhenti di Stasiun Jatinegara untuk melayani penumpang naik,” kata Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko di Jakarta, Senin (29/7).
Berikut daftar perjalanan kereta api jarak jauh yang berangkat dari Stasiun Gambir (KA Genap), dan diberhentikan di Stasiun Jatinegara pada Selasa (30/7):
1. Argo Bromo Anggrek KA 2 Gambir – Surabaya Pasar Turi, berangkat 08.20 WIB
2. Argo Cheribon KA 26 Gambir – Cirebon, berangkat 08.30 WIB
3. Taksaka KA 68 Gambir – Yogyakarta, berangkat 09.20 WIB
4. Pangandaran Plb 7028A Gambir – Banjar, berangkat 09.30 WIB
5. Sembrani Plb 62A Gambir – Surabaya Pasar Turi, berangkat 09.50 WIB
6. Argo Cheribon KA 22A Gambir – Cirebon, berangkat 10.10 WIB
7. Manahan KA 80 F Gambir – Solo Balapan, berangkat 10.30 WIB
8. Argo Merbabu KA 20F Gambir – Semarang Tawang Bank Jateng, berangkat 14.20 WIB
9. KA 58 Brawijaya, berangkat dari Gambir berangkat 15.40 WIB
10. KA 60 KA Bima, berangkat dari Gambir berangkat 17.00 WIB.
Ixfan menambahkan pengaturan pola operasi khusus tersebut dilakukan agar penumpang terhindar dari risiko kemacetan yang terjadi akibat pengalihan arus lalu lintas menuju Stasiun Gambir.
“Dengan begitu, penumpang memiliki pilihan untuk dapat berangkat dari Stasiun Jatinegara,” tutup Ixfan.













