Koma.id – Beredar sebuah video di Media sosial dengan klaim TKA China dijadikan operator kereta cepat Jakarta – Bandung.
Setelah dilakukan penelusuran, klaim tersebut tidak sepenuhnya benar. Utangnya dari China
Narasi yang ditulis adalah :
Tenaga kerjanya dari China
Operatornya pun dari China
Keuntungan yang dapat orang China
Kita orang Indonesia kebagian suruh bayar utangnya
Terus yang dibanggakan dari proyek ini apa??
Faktanya, Corporate Secretary PT KCIC, Eva Chairunisa, menyatakan bahwa ratusan pekerja asing merupakan hasil kerjasama dengan Konsorsium PT KAI dan China Railway untuk mengoperasikan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) selama satu tahun.
Sementara itu, KCIC sedang mempersiapkan 1.096 tenaga kerja Indonesia (TKI) untuk mendampingi pekerja asal China, sehingga terjadi alih kemampuan dalam mengoperasikan dan merawat sarana KCJB.
Eva menjelaskan bahwa banyaknya pekerja asal China yang didatangkan disebabkan oleh perubahan strategi untuk mempercepat transfer keahlian dan pengetahuan yang sudah diprogramkan. Awalnya, 1.096 TKI akan dikirim ke Tiongkok mulai tahun 2021 agar nantinya bisa mengoperasionalkan KCJB. Eva mengatakan bahwa TKI yang dilibatkan dalam operasional Kereta Cepat harus melalui proses pelatihan dan mendapatkan sertifikat kelulusan. Saat ini, sekitar 300 TKI telah melalui proses pendidikan di Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun (PPI).
Jadi klaim TKA China didatangkan untuk dijadikan operator tersebut kurang tepat dengan kategori konteks yang salah.










