Koma.id — PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan persoalan utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh senilai Rp116 triliun telah menemukan jalan keluar. Pemerintah kini tengah merumuskan tata laksana pembayaran utang tersebut agar proyek strategis nasional itu tetap berkelanjutan.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menegaskan, secara prinsip persoalan utang Whoosh sudah tidak lagi menjadi hambatan utama. Fokus pemerintah dan pemangku kepentingan saat ini adalah menentukan mekanisme pembayaran yang paling tepat.
Sejumlah Titik di Jakarta Gelap Sabtu Malam
“Masalah utang Whoosh sudah beres. Sekarang pemerintah sedang membahas tata laksana pembayaran utang yang terbaik,” kata Bobby.
Ia menyebut penyelesaian skema pembayaran itu dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah ingin memastikan kewajiban keuangan proyek kereta cepat dapat diselesaikan tanpa mengganggu stabilitas fiskal maupun operasional perusahaan.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menambahkan bahwa restrukturisasi keuangan proyek Whoosh masih memerlukan waktu. Proses tersebut dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan proyek jangka panjang.
Menurut AHY, restrukturisasi tidak hanya berkaitan dengan pelunasan utang, tetapi juga menyangkut upaya menjaga nilai ekonomi proyek kereta cepat sebagai infrastruktur strategis nasional.
“Restrukturisasi keuangan ini diperlukan agar proyek tetap memiliki nilai ekonomi, mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat, sekaligus menjaga keamanan fiskal semua pihak,” ujar AHY.
AHY juga menegaskan bahwa penyelesaian restrukturisasi menjadi prasyarat sebelum pemerintah mempertimbangkan pengembangan proyek kereta cepat ke wilayah lain di Indonesia. Pemerintah ingin memastikan fondasi finansial Whoosh benar-benar kuat sebelum ekspansi dilakukan.
Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung sendiri merupakan proyek kereta cepat pertama di Indonesia yang menelan biaya besar dan sempat menuai sorotan publik akibat pembengkakan anggaran dan beban utang. Dengan klaim bahwa persoalan utang kini telah menemukan solusi, pemerintah berharap operasional dan pengembangan Whoosh dapat berjalan lebih stabil ke depan.













