Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Keamanan

400 Ribu DPT ‘Hantu’ di Malaysia, KPU Didesak Segera Bertindak

Views
×

400 Ribu DPT ‘Hantu’ di Malaysia, KPU Didesak Segera Bertindak

Sebarkan artikel ini
400 Ribu DPT ‘Hantu’ di Malaysia, KPU Didesak Segera Bertindak

Koma.id Menjelang Pemilu 2024, sorotan tajam kembali terarah pada isu dugaan Daftar Pemilih Tetap (DPT) fiktif yang berasal dari Malaysia. Aliansi Mahasiswa Peduli Pemilu, sebuah kelompok massa yang peduli terhadap integritas Pemilu, menegaskan pentingnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melakukan penyelidikan mendalam terkait masalah ini.

Kelompok mahasiswa ini berpendapat bahwa isu DPT fiktif di Malaysia muncul sebagai akibat dari kesulitan yang dihadapi oleh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di sana untuk mendaftar dalam DPT Pemilihan Umum 2024. Mereka menduga bahwa sekitar 400 ribu DPT “siluman” tercatat berasal dari Malaysia, memunculkan keprihatinan akan potensi pelanggaran dalam proses pendaftaran pemilih.

Silakan gulirkan ke bawah

“Sangat disayangkan muncul dugaan kasus-kasus DPT fiktif beberapa hari jelang pemilu yang sudah di depan mata ini. Tentunya harus ada pihak yang bertanggung jawab dan mengambil tindakan tegas apabila ada kecurangan,” kata Ketua Aliansi Mahasiswa Peduli Pemilu Fadel Fatsey .

Namun, sisi lain dari persiapan Pemilu 2024 juga menjadi fokus perhatian. Temuan permasalahan dalam pengadaan dan pendistribusian logistik Pemilu menjadi kendala serius. Surat suara yang rusak terdeteksi di berbagai wilayah, begitu juga dengan kotak suara yang mengalami kerusakan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran proses pemungutan suara dan integritas hasil Pemilu.

Kondisi ini menunjukkan bahwa, selain isu DPT fiktif, masih terdapat tantangan besar yang dihadapi oleh penyelenggara Pemilu dalam mengelola proses logistik. KPU diingatkan untuk tidak hanya fokus pada isu-isu politik, tetapi juga memastikan infrastruktur dan mekanisme operasionalnya berjalan dengan baik guna menjamin keberhasilan Pemilu secara menyeluruh.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.