Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Keamanan

Sikap MUI Soal Panji Gumilang Al-Zaytun yang Disebut Ragukan Al-Quran

Views
×

Sikap MUI Soal Panji Gumilang Al-Zaytun yang Disebut Ragukan Al-Quran

Sebarkan artikel ini
Sikap MUI Soal Panji Gumilang Al-Zaytun yang Disebut Ragukan Al-Quran

Koma.id Ajaran di Pondok Pesantren Al-Zaytun, Indramayu, terus menuai polemik dan kontroveri hingga saat ini.

Terbaru, pimpinan ponpes itu, Panji Gumilang, menyampaikan bahwa dirinya meragukan kebenaran Alquran sebagai kalamullah atau firman Allah SWT.

Silakan gulirkan ke bawah

Hal itu diketahui dalam video yang dibagikan akun TikTok @herypatoeng.

Dalam video tersebut, Panji mengatakan Alquran bukan firman yang disampaikan oleh Allah SWT, akan tetapi karangan Nabi Muhammad SAW.

“Bukan kalam Allah SWT, tapi kalam Nabi Muhammad yang didapat daripada wahyu,” kata Panji Gumilang.

“Nabi Muhammad sudah mendeklarasikan ‘Dzalikal kitabu la’ itu Nabi Muhammad yang mendeklarasikan itu, atas wahyu Ilahi,” ucap Panji.

Menanggapi polemik itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, jika ada yang tak meyakini firman Allah masuk kategori kafir.

“Kalau ada orang menentang firman Allah ya berarti dia kafir. Kafir itu ada dua macam,” kata Anwar Abbas dikutip Koma.id dari kanal YouTube TVOneNews, Sabtu (17/6/2023).

“Kafir i’tiqadi dan kafir amali. Kafir i’tiqadi teologinya benar, yang salah. Kalau kafir amali, perbuatannya yang salah,” katanya lagi.

Anwar Abbas menegaskan, hal tersebut yang akan dikaji oleh MUI. Yakni dalam perspektif agama, apa yang terlanggar.

“MUI ini kan bertanggung jawab kepada bangsa ini bagaimana persatuan dan kesatuan bisa tetap terjaga,” ungkap Anwar Abbas.

Dikatakannya, MUI juga patut khawatir jika seandainya ada upaya-upaya yang berupaya mengganggu adanya kesepakatan yang telah disepakati dalam bernegara.

“MUI melihat negeri ini sebagai negeri yang kita bangun atas dasar kesepakatan. Kesepakatan kita bentuk negara kita adalah republik,” kata dia.

“Apalagi kesepakatan kita, Pancasila, UUD 1945, jadi kalau seandainya ada orang yang akan merubah kesepakatan ini, MUI akan mengingatkan,” tukas dia.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.