Koma.id – Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh disebut ketakkutan berpisah dan jaih dari Presiden Jokowi usai mendeklarasikan Anies sebagai Bacapresnya.
Ungkapakan ini diungkapkan politisi senior Zulfan Lindan di kanal Youtube Cokro TV yang dikutip Koma.id, Rabu (22/2/2023).
“Jadi saya melihat Pak Surya ini sangat ketakutan berpisah dan jauh dengan Pak Jokowi,” ungkap Zulfan.
Diungkap Zulfan, Surya Paloh tidak memiliki pengalaman menjadi opisisi secara politik hingga belum pernah melakukan perlawanan politik serius kepada pemerintahan.
Bahkan, Zulfan merasa dirinya dikorbankan dalam situsi politik saat ini baik oleh NasDem ataupun Surya Paloh.
DPR Dukung Usia Pensiun Polisi 60 Tahun
“Dari pengalaman hidupnya dia kan tidak pernah beroposisi dalam pengertian politik ya dan dia juga tidak pernah melakukan perlawanan-perlawanan serius terhadap pemerintah sehingga dia tidak siap berpisah dengan Pak Jokowi nah akhirnya saya inilah yang dikorbankan,” kata dia.
Zulfan mengaku penonaktifan dirinya sebagai pengurus di NasDem merupakan buntut atas ucapannya yang menyebut Anies adalah antitesa dari Presiden Jokowi.
Namun menurutnya, diyakininya, yang menjadi persoalan bukan soal ucapan tersebut melainkan pendeklarasian Anies oleh Nasdem.
“Bukan persoalan ucapan saya yang menjadi masalah, yang menjadi masalah kan deklarasi Aniesnya. Ucapan saya itu mau digunakan oleh pak Surya Paloh dan nasdem kita itu tidak seperti itu memposisikan anies dengan Pak Jokowi. Padahal Zulfan itu salah, nah untuk menunjukkan bahwa kepada Pak Jokowi mereka tetap komit,” jelas Zulfan.
“Di dalam koalisinya Pak Jokowi, saya diberhentikan. Ini buktinya saya dikorbankan iya kan? Sehingga untuk mendapatkan kembali simpati dari Pak Jokowi terhadap Pak Surya dan Nasdem,” tegas dia.
“Nah ternyata kan Pak Jokowi tidak berpikir sesederhana itu. Persoalannya bukan persoalan pernyataan Zulfan, tapi kan persoalannya kan pendeklarasian anies tanggal 3 Oktober gitu, Itu sebenarnya yang jadi masalah,” tukasnya.













