Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Politik

Saan Mustofa Tegaskan NasDem-Gerindra Belum Ada Pembahasan Bergabung

Views
×

Saan Mustofa Tegaskan NasDem-Gerindra Belum Ada Pembahasan Bergabung

Sebarkan artikel ini
Img 20260414 Wa0018
Presiden Prabowo Subianto bersama Ketua Umum NasDem Surya Paloh dalam sebuah pertemuan di Hambalang. (Foto: Koma.id / Andry Novelino)

Koma.id Wacana penggabungan antara Partai NasDem dan Partai Gerindra mulai ramai diperbincangkan di ruang publik. Namun, pihak NasDem menegaskan bahwa isu tersebut belum menjadi agenda resmi partai.

Wakil Ketua Umum NasDem, Saan Mustopa, menyatakan bahwa internal partainya belum membahas secara mendalam terkait rencana penggabungan tersebut. Menurutnya, NasDem saat ini masih fokus pada konsolidasi internal pasca dinamika politik nasional.

Silakan gulirkan ke bawah

“Sampai saat ini belum ada pembahasan serius di internal. Kami masih fokus konsolidasi,” ujar Saan.

Ia mengaku cukup terkejut dengan munculnya isu tersebut di publik. Bahkan, Saan lebih memilih menggunakan istilah “fusi” dibanding merger atau akuisisi, untuk menggambarkan kemungkinan penggabungan partai politik.

Menurutnya, fusi partai bukan hal baru dalam sejarah politik Indonesia. Namun, ia menekankan bahwa realisasi penggabungan di era saat ini jauh lebih kompleks.

“Kalau dalam sejarah politik kita, penggabungan atau fusi itu sesuatu yang biasa. Tapi sekarang jauh lebih rumit karena ada faktor ideologi, identitas, dan idealisme masing-masing partai,” jelasnya.

Wacana ini mencuat setelah beredar laporan bahwa Presiden Prabowo Subianto disebut mengusulkan penggabungan kepada Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, dalam sebuah pertemuan di Hambalang.

Secara matematis politik, jika kedua partai tersebut bergabung, kekuatan elektoralnya dinilai akan sangat besar. Namun, sejumlah sumber menyebut bahwa Surya Paloh belum tertarik untuk melanjutkan wacana tersebut.

Paloh disebut masih ingin mempertahankan eksistensi dan identitas NasDem sebagai partai yang berdiri independen. Selain itu, ia juga dinilai belum melihat manfaat strategis yang signifikan dari skenario fusi tersebut dalam waktu dekat.

Pengamat politik juga menilai, di tengah sistem multipartai seperti Indonesia, penggabungan partai besar bukan hanya soal angka kursi atau suara, tetapi juga menyangkut konsolidasi ideologi, basis pemilih, hingga kepentingan elite di dalamnya.

Dengan berbagai dinamika tersebut, wacana merger atau fusi NasDem-Gerindra dinilai masih jauh dari realisasi dan lebih banyak berada pada tahap spekulasi politik.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.