Koma.id – Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan membagikan sebanyak 1.582 unit kapal ikan kepada nelayan di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan memperkuat sektor perikanan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan, Kota Gorontalo, Jumat (9/5/2026). Dalam kunjungan itu, Presiden menegaskan bantuan kapal akan disalurkan melalui koperasi nelayan agar pengelolaannya lebih terorganisasi dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
IJTI Kecam Manajemen Apartemen Saladin Depok
“Kita akan bantu 1.582 kapal untuk nelayan di seluruh Indonesia. Kapal-kapal itu akan kita salurkan melalui koperasi nelayan,” ujar Presiden Prabowo.
Menurut Presiden, kapal yang diberikan nantinya terdiri dari berbagai ukuran, mulai dari kapal kecil untuk nelayan tradisional hingga kapal berkapasitas besar guna meningkatkan hasil tangkapan dan daya saing sektor perikanan nasional.
Presiden Prabowo menegaskan program tersebut dirancang agar pendapatan nelayan meningkat dan kehidupan masyarakat pesisir menjadi lebih sejahtera.
Kepercayaan Publik ke Polri Melonjak 82,4 Persen, Reformasi Kapolri Dinilai Berbuah Manis
“Kita ingin nelayan kita hidup lebih baik, penghasilannya naik, anak-anaknya sekolah dengan baik, dan kampung nelayan berkembang,” katanya.
Selain bantuan kapal, pemerintah juga menargetkan pembangunan 1.386 Desa atau Kampung Nelayan Merah Putih hingga akhir 2026. Program itu akan terus diperluas secara bertahap ke berbagai daerah pada tahun-tahun berikutnya.
Presiden Prabowo menjelaskan pembangunan kampung nelayan tidak hanya berfokus pada penyediaan kapal, tetapi juga mencakup pembangunan infrastruktur pendukung untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
“Bukan hanya kapalnya, tapi nanti ada pabrik es, cold storage, SPBU nelayan, fasilitas pengolahan ikan, sehingga hasil tangkapan nelayan bisa lebih bernilai,” ujarnya.
Ia menilai selama ini banyak nelayan mengalami kesulitan karena minimnya fasilitas penyimpanan dan distribusi hasil tangkapan, sehingga harga jual ikan kerap tidak stabil.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya koperasi sebagai instrumen penguatan ekonomi rakyat. Menurutnya, koperasi nelayan akan menjadi pusat pengelolaan bantuan sekaligus sarana memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.
Sebelum mengunjungi Gorontalo, Presiden juga sempat meninjau Pulau Miangas, Sulawesi Utara, wilayah terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Filipina. Dalam kunjungan tersebut, Presiden menyerahkan bantuan kapal nelayan berkapasitas 15 gross ton (GT) kepada masyarakat setempat.
Bantuan itu diberikan untuk mendukung aktivitas melaut nelayan di wilayah perbatasan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat pesisir di kawasan terdepan Indonesia.
Pemerintah berharap program bantuan kapal dan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir, meningkatkan produktivitas nelayan, serta memperkuat ketahanan pangan nasional dari sektor kelautan dan perikanan.













