Koma.id | Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) disiapkan pemerintah sebagai solusi memperkuat ekonomi nelayan melalui fasilitas penyimpanan, distribusi, dan akses pasar hasil tangkapan.
Dalam kunjungan ke KNMP Lateng, Banyuwangi, Zulhas menyampaikan bahwa program ini diintegrasikan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar hasil tangkapan nelayan tetap terserap ketika harga ikan di pasar belum sesuai atau pasokan melimpah.
“Jika harga ikan belum sesuai, nelayan dapat menyimpan hasil tangkapan lebih dulu. Jika pasar tetap belum menyerap, ikan akan diarahkan untuk dibeli oleh SPPG dalam Program MBG,” ujar Zulhas. Kamis (14/05).
KNMP Lateng dilengkapi dengan pabrik es, cold storage, dermaga, bengkel nelayan, koperasi, akses pembiayaan, asuransi, dan jalur pemasaran. Fasilitas ini memungkinkan nelayan tidak harus menjual hasil tangkapan segera setelah tiba di darat, sehingga memiliki posisi tawar lebih baik.
KNMP Lateng saat ini memiliki 204 nelayan aktif, 180 kapal kecil di bawah 5 GT, dan tiga kelompok usaha bersama. Produksi perikanan mencapai 1.260 ton per tahun dengan nilai sekitar Rp31,5 miliar.
Polemik Kabar Ancaman Somasi ke Ocha
Pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 KNMP hingga 2029. Untuk tahap awal hingga 2026, sebanyak 1.369 KNMP ditargetkan terbangun. Di Jawa Timur, empat titik KNMP telah selesai 100 persen, yakni di Tuban, Sumenep, Malang, dan Banyuwangi.
Dalam kesempatan itu, Zulhas juga menyampaikan salam Presiden Prabowo Subianto kepada para nelayan. Presiden menegaskan bahwa program KNMP merupakan bagian dari komitmen pemerintah memperkuat sektor kelautan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Presiden sebelumnya menargetkan pembangunan 1.000 desa nelayan beroperasi pada 2026, sebagai bagian dari target besar 5.000 desa nelayan hingga 2029. Setiap desa nelayan akan dilengkapi pabrik es, cold storage, dermaga, kapal, serta kendaraan operasional untuk memastikan rantai distribusi hasil tangkapan berjalan efisien.
Dengan adanya KNMP, pemerintah berharap nelayan tidak lagi terdesak menjual ikan dengan harga murah, melainkan memiliki kepastian harga dan akses pasar yang lebih luas. Program ini juga diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir.








