KOMA.ID, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) Achmad Donny menyambut baik keputusan Presiden Prabowo mengangkat Komjen Pol Suyudi Ario Seto menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri).
“Selamat kepada Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, beliau sosok perwira yang cakap dan pantas memimpin institusi Polri. Presiden memilih sosok yang tepat,” kata Donny dalam keterangannya yang diterima wartawan di Jakarta, Kamis (2/10/2026).
Jika menilik kinerjanya Suyudi, Donny menyebut bahwa sosok mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat, mantan Wakapolda Metro Jaya, dan mantan Kapolda Banten tersebut memiliki rekam jejak yang panjang dengan berbagai prestasi yang tidak bisa diremehkan.
Sebelum menjadi Kepala BNN, Komjen Pol Suyudi memang sudah mencetak karirnya dengan baik di bidang Reserse.
Di sisi lain, Suyudi juga dikenal pandai bergaul dengan banyak kelompok masyarakat. Sikapnya yang mengayomi dan terbuka menjadikan beliau sosok yang enak sebagai kawan diskusi. Polisi yang dekat dengan banyak kalangan, sebagai putra asli Banten bisa dipastikan sosok yang dekat dengan ulama dan pemuka agama lainnya.
Suyudi Larang Titipan dan Transaksi dalam Rekrutmen hingga Jamin Karier Polisi Berprestasi
“PB SEMMI berharap, Jenderal Suyudi Ario Seto yang akan dilantik Presiden Prabowo sebagai Kapolri bisa membawa institusi Polri lebih baik lagi dalam melayani dan mengayomi masyarakat,” ucapnya.
Lebih lanjut, Donny pun menyampaikan ucapan terima kasih yang tinggi kepada Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo atas kiprah dan dedikasinya yang tinggi sepanjang menjabat sebagai Kapolri.
“Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memimpin Polri dengan baik yang dibuktikan tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap institusi Polri selama beliau menjadi Kapolri. Terima kasih Jenderal atas bakti dan pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan negara,” pungkas Donny.
Seperti diketahui Presiden Prabowo berkirim Surat Presiden nomor R57/Pres/2026 tertanggal 30 September 2026. Perihal usulan pemberhentian dari jabatan Kapolri dan pengangkatan dalam jabatan Kapolri. Komjen Sujudi Ario Seto diusulkan Presiden sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dalam fit and proper test di Komisi III DPR RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto menyampaikan cita-citanya mengenai sosok kepolisian yang mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya ketika berhadapan dengan persoalan hukum maupun membutuhkan perlindungan.
“Cita-cita saya sederhana, ketika seorang anak melihat polisi ia merasa aman bukan takut. Ketika korban datang ke kantor polisi ia menemukan pertolongan bukan kerumitan,” kata Suyudi.
Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan Polri dalam menerima kritik dari masyarakat. Menurutnya, polisi harus mampu mendengar kritik tanpa kehilangan kewibawaan sebagai institusi penegak hukum.
“Ketika masyarakat menyampaikan kritik polisi mampu mendengar tanpa kehilangan kewibawaan. Ketika kejahatan mengancam polisi hadir paling depan dengan keberanian dan profesionalisme,” ujarnya.
Suyudi kemudian menggambarkan prinsip yang ingin dibangun dalam hubungan Polri dengan masyarakat. Ia menekankan kehadiran polisi harus berorientasi pada perlindungan, pelayanan, penegakan hukum yang adil, serta keterbukaan terhadap pengawasan.
“Itulah makna polisi bersama masyarakat, hadir untuk melindungi, dekat untuk mengayomi, cepat untuk melayani, adil dan menegakkan hukum, terbuka untuk diawasi, dan adaptif menghadapi perubahan,” tutur Suyudi.
Menurut Suyudi, kekuatan Polri tidak semestinya dibangun melalui rasa takut masyarakat. Sebaliknya, kepercayaan publik menjadi bagian penting dari kewibawaan institusi kepolisian.
“Polri yang kuat bukan karena ditakuti melainkan karena dipercaya. Polri yang berwibawa bukan karena menjaga jarak melainkan karena hadir bersama rakyat ketika negara dibutuhkan,” tegasnya.
Menutup penyampaiannya, Suyudi mengatakan jabatan di kepolisian harus dipandang sebagai amanah dan bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“Karena bagi saya, menjadi polisi adalah kehormatan, memimpin Polri adalah amanah, dan mengabdi bersama masyarakat agar tujuan,” ucap Suyudi.
Ia kemudian menyampaikan doa agar seluruh pihak diberikan petunjuk dan kekuatan dalam menjalankan tugas menjaga bangsa dan menegakkan hukum.
“Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa memberikan petunjuk, kekuatan dan perlindungan kepada kita dalam menjaga bangsa, menegakkan hukum dan mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara tercinta, Persatuan Republik Indonesia. Terima kasih,” pungkasnya.














