Koma.id | Bekasi – Di tengah tren digitalisasi dan kemudahan akses informasi, pilihan untuk menjalankan ibadah umroh secara mandiri semakin diminati. Tanpa melalui biro perjalanan, jemaah kini bisa merancang sendiri perjalanan spiritual mereka ke Tanah Suci. Namun, di balik potensi penghematan biaya, ada sejumlah tantangan yang tak bisa diabaikan.
Dalam sebuah obrolan santai dalam podcast bersama Jurnalis Aan Dwi Puantoro di Bekasi, Ivan Septiadi, Dirut Travel Duta Mulia, membagikan pandangannya soal fenomena ini. Selasa (28/10).
“Umroh mandiri katanya murah, coba deh dicek lagi. Kalau cuma beda 1–2 juta, mending lewat travel, mendapatkan kenyamanan yang lebih,” ujar Ivan dengan nada tenang namun penuh makna.
Menurut Ivan, kenyamanan dan perlindungan selama perjalanan menjadi nilai tambah yang sering kali luput dari pertimbangan jemaah yang memilih jalur mandiri. Ia mencontohkan situasi tak terduga seperti koper hilang atau rusak, yang bisa menjadi beban besar jika tidak ada asuransi atau pendampingan dari pihak travel.
BACA JUGA : Aman dan Sesuai Aturan: Ivan Duta Mulia Bongkar Risiko Memilih Jalur Haji Ilegal
Meski begitu, Ivan tidak memandang umroh mandiri sebagai ancaman bagi bisnis travel. Justru ia menyambutnya dengan sikap terbuka.
“Kita tidak menganggap kompetitor. Bagai kawan-kawan, saudara-saudara bisa berangkat sendiri tanpa travel, ya monggo silakan saja. Cuma ada beberapa sedikit kerepotan-kerepotannya,” tuturnya sambil tersenyum.
Pernyataan Ivan mencerminkan semangat kolaboratif dan empati terhadap jemaah yang ingin beribadah dengan cara masing-masing. Ia tak menutup mata terhadap dinamika baru, namun tetap menekankan pentingnya kesiapan dan perlindungan selama menjalankan ibadah.
BACA JUGA : RUU Penyelenggaraan Haji dan Umroh Resmi Jadi Undang-Undang
Di tengah euforia kebebasan memilih, jemaah tetap perlu mempertimbangkan aspek kenyamanan, keamanan, dan ketenangan batin. Karena pada akhirnya, umroh bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan hati.









