Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Haji

Aman dan Sesuai Aturan: Ivan Duta Mulia Bongkar Risiko Memilih Jalur Haji Ilegal

Views
×

Aman dan Sesuai Aturan: Ivan Duta Mulia Bongkar Risiko Memilih Jalur Haji Ilegal

Sebarkan artikel ini
Aman dan Sesuai Aturan: Ivan Duta Mulia Bongkar Risiko Memilih Jalur Haji Ilegal

Koma.id | Yogyakarta – Ibadah haji, rukun Islam kelima, bagi sebagian besar masyarakat Indonesia kini terasa sebagai penantian panjang yang sarat makna. Antrean haji reguler yang mencapai 30 hingga 40 tahun menjadi isu utama yang disoroti dalam “Talkshow Haji Resmi 2026” di Hotel Ros, Yogyakarta, Kamis (16/10).

​Acara yang diinisiasi oleh Majelis Tabungan Umroh (MTU) ini tidak sekadar menjadi forum diskusi, melainkan ajang edukasi untuk menyingkap tabir solusi di tengah penantian yang melelahkan. Sekitar 50 peserta dari berbagai kalangan tampak antusias menyimak, berdialog, dan mencari pencerahan tentang jalur haji yang legal dan aman.

Silakan gulirkan ke bawah

​Tema yang diangkat, “Haji dalam Antrian Panjang, Apa Solusinya?”, seolah mewakili kegelisahan kolektif umat muslim yang ingin segera menunaikan rukun Islam ini.

Ivan Septiadi
Ivan Septiadi

​Narasumber utama, Ivan Septiadi dari Duta Mulia, memberikan perspektif yang mencerahkan. Ia mengakui bahwa realitas antrean panjang di berbagai daerah membuat masyarakat harus mulai mempertimbangkan opsi resmi lainnya.

​”Yang penting bukan hanya cepat berangkat, tapi juga aman secara hukum dan sesuai aturan,” tegas Ivan dalam sesi diskusi.

BACA JUGA : Umroh Bersama Dejan FC: Dari Lapangan ke Ka’bah

​Ivan memaparkan beberapa skema haji yang diakui secara hukum, yang memiliki masa tunggu relatif lebih pendek, seperti ONH Plus, jalur undangan khusus atau biasa disebut mujamalah, hingga jalur domestik Arab Saudi (dakhili). Opsi-opsi ini menawarkan harapan baru bagi calon jemaah yang ingin beribadah tanpa harus menunggu hingga puluhan tahun.

​Para peserta talkshow aktif melontarkan pertanyaan, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat akan informasi yang transparan mengenai proses dan risiko dalam pemilihan jalur haji. Edukasi ini menjadi kunci, agar calon jemaah terhindar dari janji-janji perjalanan haji instan yang tidak sesuai regulasi.

​Menutup acara, peserta mendapatkan kesempatan konsultasi personal, memungkinkan mereka menimbang kesiapan dan opsi jalur haji yang paling sesuai dengan kondisi finansial dan harapan mereka.

MTU berharap, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk memperluas literasi publik, sekaligus mendorong perencanaan ibadah haji yang lebih matang, terjangkau, dan tentunya, terjamin keamanannya.

Yogyakarta pun kembali menjadi kota pelajar yang tak hanya melahirkan intelektual, tetapi juga literasi ibadah yang lebih baik.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.