Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Keamanan

Terobosan Baru Kapolri Cegah Pungli, Instruksikan Kapolda hingga Kapolsek Sebar Nomor Handphone

Views
×

Terobosan Baru Kapolri Cegah Pungli, Instruksikan Kapolda hingga Kapolsek Sebar Nomor Handphone

Sebarkan artikel ini
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Koma.id Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan agar Kapolda, Kapolres hingga Kapolsek menyebar nomor handphone kepada masyarakat guna mencegah praktik pungutan liar (pungli).

Terobosan yang digaungkan Kapolri berharap dengan diberikannya nomor telepon tersebut, diharapkan masyarakat dapat segera melaporkan apabila menemukan praktik pungli di bidang pelayanan.

Silakan gulirkan ke bawah

Dengan dicantumkannya nomor telepon para pimpinan kepolisian di wilayah itu terutama diletakan di tempat pelayanan publik Polri.

“Nomor Handphone para Kapolsek, para Kapolres, para Kapolda sehingga masyarakat kalau menemui hal-hal yang menurut mereka ini menjadi potensi-potensi pungli mereka bisa lapor,” kata Kapolri melalui akun Instagramnya, dikutip Koma.id, Senin (24/10/2022).

“Tentunya ini harus dilaksanakan di setiap sektor-sektor yang memberikan pelayanan, tentunya di situ juga untuk mencegah beri nomor-nomor yang bisa dihubungi terkait dengan masalah Dumas Presisi, Propam Presisi,” ujar Sigit.

Menurut Sigit, dengan menghindari segala bentuk perbuatan atau tindakan yang berpotensi terjadinya pungli, maka hal itu menjadi salah satu ujung tombak untuk kembali meraih tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

“Kalau kita ingin kepercayaan publik ini bisa kembali, kita harus prihatin dengan kondisi yang ada saat ini. Kemudian kita bagaimana bersama-sama, bekerja keras untuk mengembalikan kepercayaan publik,” ucap eks Kabareskrim Polri itu.

Sigit menjelaskan, seluruh pelayanan masyarakat harus sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Menurutnya, semua bentuk pelayanan yang diberikan oleh Polri harus sederhana dan mudah bagi publik.

“Mereka (masyarakat) betul-betul paham, jadi yang mudah jangan dibuat sulit, sederhanakan sehingga kemudian mereka memahami dan mengerti,” tutup Sigit.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.