Koma.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut hasil panen jagung dari program ketahanan pangan Polri sepanjang 2025 mencapai 3,9 juta ton. Program tersebut dinilai turut berkontribusi terhadap peningkatan produksi jagung nasional.
Pernyataan itu disampaikan Sigit dalam acara panen raya jagung serentak dan groundbreaking 10 gudang ketahanan pangan Polri yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (16/5/2026).
Menurut Sigit, Polri telah merealisasikan penanaman jagung di lahan seluas 661.112 hektar selama pelaksanaan program ketahanan pangan.
Prabowo Blak-blakan Puji Prestasi Polri
“Polri berhasil merealisasikan penanaman jagung di lahan seluas 661.112 hektar dengan hasil panen mencapai 3,9 juta ton,” ujar Sigit, dikutip Senin (18/5/2026).
Ia mengatakan capaian tersebut ikut mendukung peningkatan produksi jagung nasional pada 2025.
“Hal ini juga turut mendukung peningkatan produksi jagung nasional tahun 2025 sebesar 6,74 persen atau 1,8 juta ton,” katanya.
Selain memaparkan hasil produksi, Sigit juga mengungkapkan sebanyak 100 ton jagung hasil panen program ketahanan pangan Polri akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
Ekspor dilakukan melalui skema koperasi yang membeli hasil panen petani seharga Rp6.500 per kilogram dan menjualnya ke Malaysia dengan harga Rp7.000 per kilogram.
“Adapun koperasi membeli dari petani seharga Rp6.500 per kilogram dan dijual ke Malaysia dengan harga Rp7.000 per kilogram,” ujar Sigit.
Ia menjelaskan skema tersebut memberikan margin keuntungan sebesar Rp500 per kilogram sekaligus diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani.
Dalam panen raya kuartal II tahun 2026 yang digelar serentak, luas lahan panen tercatat mencapai 189.760 hektar dengan potensi hasil panen sekitar 1,23 juta ton.
Program ketahanan pangan Polri merupakan bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan groundbreaking pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri untuk mendukung distribusi dan penyimpanan hasil pertanian di berbagai daerah.













