Koma.id – Pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan terjadinya percepatan dinamika politik sebelum Pemilu 2029 menjadi sorotan publik. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah forum silaturahmi bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan kemudian beredar luas melalui media sosial.
Dalam video yang beredar, Budi Arie menyampaikan pandangannya mengenai kemungkinan terjadinya perubahan politik lebih cepat dari jadwal Pemilu 2029. Ia bahkan mengaku telah menyampaikan insting politik tersebut kepada Jokowi.
Budi Arie kemudian meminta para relawan mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di luar skenario politik lima tahunan.
Kasus Penggelapan Fauzan Fadel Muhammad Mangkrak Setahun, Pertanyakan Kinerja Penyidik Polres Jaksel
“Tadi saya sudah bisik ke Pak Jokowi, Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029? Apakah kita mau? Belum tentu kita mau, kita masih ngomong Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap nggak?” kata Budi Arie dalam video tersebut.
Pernyataan itu kemudian memunculkan spekulasi mengenai maksud “percepatan” yang dimaksud Budi Arie, termasuk kemungkinan perubahan konstelasi politik nasional sebelum jadwal Pemilu 2029.
Budi Arie juga menyinggung adanya sejumlah kondisi di tengah masyarakat yang menurutnya menunjukkan anomali politik. Ia membandingkan dinamika tersebut dengan situasi menjelang perubahan politik pada 1998.
Menurut Budi Arie, kondisi sosial dan ekonomi serta munculnya berbagai aksi di sejumlah daerah perlu menjadi perhatian. Karena itu, menurutnya, relawan tidak seharusnya hanya memikirkan skenario politik konvensional yang berujung pada Pemilu 2029.
“Insting saya ini ada sesuatu yang lebih cepat dari yang kita bayangkan. Karena itu saya mau membuka wacana saja teman-teman. Supaya berpikir jangan hanya berpikir 2029, harus ada pikiran lain alternatif apabila terjadi percepatan jalan,” ujarnya.
Projo: Video Budi Arie Tidak Utuh
Menanggapi polemik tersebut, Sekjen DPP Projo Freddy Alex Damanik memberikan klarifikasi. Ia meminta publik tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar.
Freddy menegaskan video tersebut bukan rekaman utuh dari keseluruhan pembicaraan Budi Arie.
“Pertama, video tersebut bukan merupakan video utuh, tetapi sebenarnya sedang memaparkan berbagai kemungkinan,” kata Freddy, Selasa (25/8/2026).
Menurut Freddy, pernyataan Budi Arie disampaikan dalam forum silaturahmi dalam rangka bulan Kemerdekaan Republik Indonesia antara Jokowi dan para relawannya.
Dalam pertemuan tersebut, kata Freddy, juga berlangsung diskusi internal mengenai situasi kebangsaan. Para relawan menyampaikan berbagai pandangan untuk memetakan persoalan sekaligus mencari solusi terhadap kondisi yang berkembang.
“Berbagai masukan untuk menyikapi situasi saat ini dibahas oleh para peserta untuk bisa memetakan persoalan dan solusi perbaikannya,” ujar Freddy.
Masukan Relawan Akan Disampaikan ke Prabowo
Freddy menjelaskan, berbagai pandangan yang muncul dalam forum tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi masukan bagi Presiden Prabowo Subianto.
Ia mengatakan para relawan menyampaikan pandangan tersebut kepada Jokowi dengan harapan dapat diteruskan kepada Prabowo untuk menjadi bahan pertimbangan dalam memperbaiki kondisi bangsa.
“Hal ini disampaikan oleh para relawan kepada Pak Jokowi dengan harapan beliau berkenan menyampaikan kepada Presiden Prabowo untuk perbaikan bangsa ke depannya,” kata Freddy.
Menurut Freddy, para relawan meyakini hubungan dan komunikasi antara Jokowi dan Prabowo tetap berjalan baik dan erat.
Jokowi Minta Relawan Tetap Tenang
Dalam forum tersebut, Freddy menyebut Jokowi mendengarkan berbagai pandangan yang disampaikan para relawan sebelum memberikan tanggapan.
Jokowi, kata Freddy, meminta seluruh relawan tetap tenang dalam menyikapi situasi nasional.
“Pak Jokowi mendengarkan seluruh pandangan relawan terhadap situasi yang berkembang saat ini, sebelum akhirnya Pak Jokowi menyampaikan agar semua tetap tenang. Situasi baik-baik saja, ekonomi masih tumbuh baik, inflasi terkendali, jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan,” ujar Freddy.
Dengan demikian, Projo menegaskan pernyataan Budi Arie mengenai kemungkinan percepatan politik sebelum 2029 merupakan bagian dari diskusi mengenai berbagai skenario dan bukan keputusan atau sikap resmi organisasi terkait perubahan jadwal Pemilu 2029.
Polemik ini muncul setelah potongan video tersebut beredar luas di media sosial dan memicu perbincangan mengenai arah politik nasional menjelang 2029.








