Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ragam

Habib Syakur: Tahun Baru Hijriyah 1448 Harus Menjadi Momentum Memperkuat Persatuan Bangsa

Views
×

Habib Syakur: Tahun Baru Hijriyah 1448 Harus Menjadi Momentum Memperkuat Persatuan Bangsa

Sebarkan artikel ini
Sentil Rismon, Habib Syakur: Jangan Fitnah Polri, Kritik Harus Berbasis Fakta Bukan Caci Maki

KOMA.ID, MALANG – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah sebagai momentum memperkuat persatuan nasional demi menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.

Menurut ulama asal Malang Raya tersebut, makna hijrah yang diwariskan Nabi Muhammad SAW tidak hanya berkaitan dengan perpindahan tempat atau perubahan waktu, melainkan juga transformasi cara berpikir dan cara bertindak menuju kehidupan yang lebih baik, lebih kuat, dan lebih bermartabat.

Silakan gulirkan ke bawah

Dalam konteks kebangsaan, Habib Syakur menilai semangat hijrah perlu diwujudkan dalam bentuk penguatan solidaritas nasional dan komitmen bersama untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Memasuki Tahun Baru Hijriyah 1448, saya mengajak seluruh anak bangsa untuk berhijrah dari perpecahan menuju persatuan, dari saling curiga menuju saling percaya, dan dari kepentingan kelompok menuju kepentingan bangsa yang lebih besar,” kata Habib Syakur, Senin (15/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi berbagai dinamika global, mulai dari ketidakpastian ekonomi, konflik geopolitik, krisis pangan, perubahan iklim, hingga persaingan teknologi yang semakin ketat. Dalam kondisi seperti itu, bangsa yang kuat bukanlah bangsa yang sibuk bertikai di dalam negeri, melainkan bangsa yang mampu bersatu menghadapi tantangan bersama.

“Persaingan global hari ini sangat berat. Negara-negara maju sedang berlomba menguasai teknologi, ekonomi, dan sumber daya strategis. Karena itu Indonesia membutuhkan persatuan nasional yang kokoh agar tidak tertinggal dalam percaturan dunia,” ujarnya.

Habib Syakur menegaskan bahwa perbedaan pandangan politik, pilihan organisasi, latar belakang sosial, maupun identitas budaya merupakan keniscayaan dalam negara demokrasi. Namun perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi konflik yang melemahkan kekuatan bangsa.

Menurutnya, semangat hijrah yang diajarkan Rasulullah SAW justru mengajarkan pentingnya membangun persaudaraan dan kolaborasi untuk menciptakan masyarakat yang maju dan berkeadilan.

“Jangan sampai energi bangsa ini habis untuk saling menyerang dan saling menjatuhkan. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan kehilangan rasa persaudaraan sebagai sesama anak bangsa. Indonesia akan kuat jika rakyatnya mampu menjaga kebersamaan,” tuturnya.

Melalui momentum 1 Muharram 1448 Hijriyah, Habib Syakur juga mengajak generasi muda untuk mengambil peran sebagai pelopor persatuan dan kemajuan bangsa dengan memperkuat literasi, menguasai ilmu pengetahuan, serta memanfaatkan teknologi secara produktif.

Ia menilai tantangan masa depan tidak dapat dihadapi hanya oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam semangat gotong royong dan nasionalisme.

“Tahun Baru Hijriyah harus menjadi pengingat bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjaga persatuan di tengah perbedaan. Mari kita satukan langkah, memperkuat solidaritas kebangsaan, dan bekerja bersama untuk mewujudkan Indonesia yang kuat, mandiri, dan disegani dunia,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.