Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaNasionalRagam

BEM Unair Gagas Petisi Online Hentikan Program MBG

Views
×

BEM Unair Gagas Petisi Online Hentikan Program MBG

Sebarkan artikel ini
Istana Respons Isu Ompreng MBG Diduga Mengandung Minyak Babi, BPOM Siap Uji

Koma.id | Surabaya – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (Unair) menginisiasi petisi daring melalui platform change.org untuk menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah. Petisi tersebut disebarkan melalui akun resmi Instagram BEM Unair dan mengajak masyarakat menandatangani sebagai bentuk penolakan terhadap program yang dinilai problematik.

Ketua BEM Unair Rizqi Senja menyebut keresahan mahasiswa muncul karena program MBG berpotensi membebani anggaran negara tanpa memberikan dampak optimal.

Silakan gulirkan ke bawah

“Dia hanya ngasih makan aja tanpa muter uangnya, sehingga berpotensi bengkak anggaran,” ujarnya.

Selain menyoroti efektivitas anggaran, BEM Unair juga mengkritisi kualitas menu MBG yang dinilai tidak sesuai ekspektasi masyarakat. Laporan di lapangan menunjukkan menu yang disajikan hanya berupa susu, kacang, dan roti, berbeda dengan janji awal berupa daging atau ikan.

BEM Unair turut menyinggung dugaan mark up dalam pengadaan serta kasus keracunan massal yang dikaitkan dengan program MBG di sejumlah daerah.

“Ada data puluhan ribu siswa keracunan MBG. Tapi Presiden hanya menganggap itu sebatas data statistik,” kata Senja.

Petisi tersebut juga menyoroti penggeledahan kantor Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Kejaksaan Agung terkait dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program. Menurut BEM Unair, hal ini memperkuat alasan untuk menghentikan MBG hingga evaluasi menyeluruh dilakukan.

Sebagai alternatif, BEM Unair mengusulkan agar program difokuskan pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang memiliki tingkat kerawanan pangan lebih tinggi. Mereka juga mendorong pelibatan UMKM lokal dalam penyediaan makanan agar anggaran lebih efektif sekaligus memutar roda ekonomi masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat Indonesia menandatangani petisi daring untuk diberhentikannya program problematik ini,” tulis BEM Unair dalam unggahannya.

Organisasi mahasiswa tersebut berencana menggandeng kampus lain untuk memperluas dukungan terhadap gerakan ini.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.