Koma.id — Inovasi energi baru ramah lingkungan lahir dari tangan anak muda Indonesia. Melalui riset yang berlangsung selama lebih dari satu dekade, M. Ikhlas Thamrin bersama timnya resmi meluncurkan BOBIBOS (Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos), bahan bakar alternatif yang diklaim mampu mengurangi emisi hingga mendekati nol.
Peluncuran dilakukan di Bumi Sultan Jonggol, Kabupaten Bogor, Minggu (2/11), sebagai simbol kolaborasi antara inovator muda, pelaku usaha nasional, dan masyarakat daerah untuk mendorong kemandirian energi nasional.
“Kami ingin membuktikan bahwa bangsa ini mampu berdiri di atas kaki sendiri melalui ilmu pengetahuan. Setelah lebih dari 10 tahun riset mandiri, akhirnya kami menghadirkan bahan bakar yang murah, aman, dan beremisi rendah,” ujar Ikhlas Thamrin dalam sambutannya.
Ikhlas menjelaskan, BOBIBOS dikembangkan dari tanaman yang mudah tumbuh di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di lahan persawahan. Dengan konsep tersebut, inovasi ini tak hanya berfokus pada ketahanan energi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional.
“BOBIBOS bukan hanya energi, tapi juga harapan. Kita ingin sawah tidak hanya menumbuhkan pangan, tetapi juga energi,” tambahnya.
Hasil uji laboratorium menunjukkan bahan bakar BOBIBOS memiliki Research Octane Number (RON) mendekati 98, dengan performa yang mampu menempuh jarak lebih jauh dibandingkan bahan bakar solar konvensional.
Sementara itu, Mulyadi, putra daerah Jonggol yang turut menggagas inisiatif ini, menyebut peluncuran BOBIBOS merupakan langkah konkret menuju kedaulatan energi bangsa.
“Dulu kita berjuang menolak kenaikan harga BBM, kini saatnya kita melahirkan solusi. Indonesia harus berani bertransformasi dari sekadar konsumen menjadi produsen energi terbarukan,” ujarnya.
Mulyadi juga menegaskan bahwa BOBIBOS telah melalui tahap uji sertifikasi dari lembaga resmi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan siap dikembangkan melalui kerja sama lintas sektor.
Dalam kesempatan yang sama, Amir Mahpud, pemilik PT Primajasa Perdanaraya Utama, menyatakan kesiapannya mendukung pemakaian bahan bakar BOBIBOS untuk armada bus miliknya yang beroperasi di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.
“Kami siap menjadi perusahaan transportasi pertama yang menggunakan bahan bakar karya anak bangsa ini. Kalau dulu Hino bisa mendunia karena kemitraan strategis, saya yakin BOBIBOS juga bisa,” kata Amir.
Acara peluncuran ditutup dengan doa bersama dan peresmian simbolis pengisian bahan bakar BOBIBOS pada beberapa kendaraan yang telah diuji, termasuk Toyota Fortuner dan Alphard.
Dengan semangat kolaborasi antara inovator muda, industri, dan pemerintah, BOBIBOS diharapkan menjadi tonggak baru “Energi Merah Putih” — langkah menuju Indonesia yang mandiri, hijau, dan berdaya saing di kancah global.












