Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Bareskrim Tangkap Frans Antoni, Jaringan Narkoba Fredy Pratama di Malaysia

Views
×

Bareskrim Tangkap Frans Antoni, Jaringan Narkoba Fredy Pratama di Malaysia

Sebarkan artikel ini
Frans Antoni
Frans Antoni, salah satu DPO prioritas yang memiliki peran penting dalam jaringan narkotika internasional Fredy Pratama. (Foto / Istimewa)

Koma.id – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil menangkap Frans Antoni, salah satu Daftar Pencarian Orang (DPO) prioritas yang diduga memiliki peran penting dalam jaringan narkotika internasional yang dipimpin buronan Fredy Pratama. Frans Antoni diamankan di Kuala Lumpur, Malaysia, sebelum dipulangkan ke Indonesia untuk menjalani proses hukum.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan penangkapan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Polri, otoritas penegak hukum Malaysia, serta perwakilan Pemerintah Indonesia di luar negeri.

Silakan gulirkan ke bawah

“Penangkapan ini merupakan hasil sinergi dan kerja sama yang baik antara Polri, otoritas terkait di Malaysia, serta dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur,” kata Johnny dalam keterangannya, dikutip Senin (22/6/2026).

Frans Antoni diamankan di lingkungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur pada Kamis (18/6/2026). Setelah seluruh proses administrasi dan koordinasi lintas negara diselesaikan, tersangka dipulangkan ke Indonesia pada Jumat (19/6/2026) melalui Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Polri menjelaskan pemulangan dilakukan menggunakan fasilitas Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP). Dokumen tersebut diterbitkan karena Frans Antoni diketahui memasuki wilayah Malaysia secara ilegal sehingga tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah.

Menurut penyidik, Frans Antoni merupakan salah satu target utama dalam pengembangan kasus jaringan narkotika Fredy Pratama yang selama beberapa tahun terakhir menjadi perhatian aparat penegak hukum Indonesia dan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

Selain berstatus DPO, Frans Antoni juga diketahui merupakan seorang residivis kasus narkotika. Penyidik menduga yang bersangkutan memiliki peran strategis dalam membantu operasional jaringan peredaran narkoba lintas negara yang dikendalikan Fredy Pratama.

Fredy Pratama sendiri merupakan buronan internasional yang diduga mengendalikan jaringan peredaran sabu dan berbagai jenis narkotika dari luar negeri. Namanya mencuat setelah aparat Indonesia mengungkap berbagai kasus penyelundupan narkoba dalam jumlah besar yang diduga terkait dengan jaringan tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, Polri bersama sejumlah lembaga penegak hukum internasional terus memburu anggota jaringan Fredy Pratama yang tersebar di berbagai negara. Sejumlah tersangka telah ditangkap, sementara sebagian lainnya masih masuk dalam daftar pencarian.

Johnny mengatakan penangkapan Frans Antoni menunjukkan komitmen Polri untuk terus mengejar seluruh anggota jaringan narkotika internasional hingga ke luar negeri.

“Kami akan terus melakukan pengembangan dan memburu pihak-pihak lain yang masih terlibat dalam jaringan ini. Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan narkotika untuk bersembunyi,” ujarnya.

Setelah tiba di Indonesia, Frans Antoni langsung menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Penyidik akan mendalami peran tersangka dalam jaringan Fredy Pratama, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain yang belum terungkap.

Polri juga akan menelusuri aliran dana, jaringan komunikasi, serta jalur distribusi narkotika yang diduga digunakan kelompok tersebut dalam menjalankan aktivitas ilegalnya.

Pengungkapan ini menambah daftar keberhasilan aparat dalam membongkar jaringan Fredy Pratama. Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menyita berbagai aset bernilai miliaran rupiah yang diduga berasal dari tindak pidana pencucian uang hasil perdagangan narkotika serta menangkap sejumlah anggota jaringan di berbagai daerah.

Polri menegaskan akan terus memperkuat kerja sama internasional dalam pemberantasan narkotika mengingat karakter kejahatan ini bersifat lintas negara dan melibatkan jaringan yang kompleks. Penangkapan Frans Antoni diharapkan dapat membantu mengungkap struktur organisasi serta mempersempit ruang gerak jaringan narkotika internasional yang selama ini beroperasi di kawasan Asia Tenggara.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.