Koma.id– Pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa memantik beragam kritik termasuk dari mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu. Melalui akun media sosial pribadinya, Said Didu menilai krisis pasokan listrik yang terjadi bukan sekadar gangguan teknis, melainkan persoalan yang telah diprediksi sejak 2024 dan berpotensi berlangsung panjang.
Ia juga menyoroti tata kelola di tubuh PT PLN (Persero) serta meminta pemerintah, khususnya Presiden, memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan perusahaan listrik negara tersebut agar permasalahan serupa tidak terus berulang.
“Tidak juga. Kami yang paham listrik sudah menduga sejak 2024 bahwa ini akan terjadi tahun 2026 dan masalah ini akan panjang,” tulis Said Didu dalam akun X nya dikutip.
Di sisi lain, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pemadaman bergilir yang mengganggu aktivitas warga dan pelaku usaha.
PLN menjelaskan gangguan dipicu oleh masalah teknis pada dua pembangkit listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) yang keluar dari sistem kelistrikan Jawa, ditambah tantangan pasokan batu bara kalori menengah untuk sejumlah PLTU.
Saat ini, PLN mengerahkan tim teknis selama 24 jam untuk mempercepat pemulihan sistem dan memastikan distribusi batu bara ke pembangkit besar kembali berjalan normal.
“Ada dua pembangkit independent power producer yang mengalami gangguan teknis dan terpaksa keluar dari sistem kelistrikan di Pulau Jawa,” jelasnya.







