Koma.id– Dukungan terhadap Irjen Pol (Purn) Adnas untuk memimpin Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah periode 2026 mulai bermunculan di media sosial menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) PMI Jawa Tengah yang direncanakan berlangsung pada Juni 2026. Tampak diunggah dalam @jangkar_jateng_ dan SrikandiPasbata.
Salah satu dukungan datang dari budayawan sekaligus pemerhati Jawa Tengah, Budiyanto Hadinegoro, yang menilai sosok Adnas layak memimpin PMI Jawa Tengah karena memiliki pengalaman panjang di bidang kepemimpinan, tata kelola organisasi, serta kemampuan merumuskan gagasan strategis untuk pengembangan organisasi kemanusiaan ke depan.
Menurut Budiyanto, PMI Jawa Tengah membutuhkan figur yang tidak hanya memiliki kapasitas manajerial, tetapi juga mampu membangun kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan kemanusiaan yang semakin kompleks.
“Irjen Pol (Purn) Adnas merupakan calon Ketua PMI Jawa Tengah yang layak didukung. Pengalaman beliau, baik saat masih aktif di internal Polri maupun dalam berbagai penugasan di luar institusi kepolisian, menjadi modal besar dalam membangun tata kelola organisasi yang profesional dan berkelanjutan,” ujar Budiyanto.
Nama Adnas sendiri mulai ramai diperbincangkan setelah beredar di media sosial sebagai salah satu sosok yang digadang-gadang menjadi calon Ketua PMI Jawa Tengah. Informasi tersebut sempat muncul melalui unggahan akun Instagram Jangkar Jateng.
Rekam jejak pengabdian Adnas dinilai menjadi salah satu kekuatan utama. Pria kelahiran Payakumbuh itu mengawali kariernya di institusi Polri hingga menutup masa pengabdiannya sebagai Kapolda Gorontalo. Setelah pensiun, ia dipercaya menjadi Widyaiswara Utama di Sespim Lemdiklat Polri, lembaga yang berfokus pada pendidikan dan pengembangan kepemimpinan di lingkungan kepolisian.
Tak hanya itu, Adnas juga pernah mengemban tugas sebagai Tenaga Ahli Bidang Hukum, Keamanan, dan Kedaulatan Energi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada periode 2023–2024, yang memperluas pengalamannya dalam merumuskan kebijakan publik di tingkat daerah.
Saat ini, Adnas juga dipercaya menduduki jabatan Komisaris Utama Independen Bank Jateng dengan mandat memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).
Dalam berbagai kesempatan, Adnas menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya bersifat administratif, melainkan harus mampu menjadi instrumen strategis yang mendorong keberlanjutan organisasi.
Budiyanto menilai pola pikir strategis yang dimiliki Adnas dapat menjadi nilai tambah apabila diterapkan di PMI Jawa Tengah. Menurutnya, organisasi kemanusiaan membutuhkan pemimpin yang mampu mengombinasikan pengalaman birokrasi, kemampuan manajemen risiko, serta kepekaan sosial terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia menambahkan, tantangan PMI ke depan tidak hanya berkaitan dengan pelayanan donor darah, tetapi juga kesiapsiagaan bencana, penguatan relawan, digitalisasi pelayanan, hingga membangun kepercayaan publik yang berkelanjutan.
“Dengan segudang pengalaman dan prestasi yang dimiliki, Irjen Pol (Purn) Adnas memiliki kapasitas untuk membawa PMI Jawa Tengah menjadi organisasi kemanusiaan yang lebih modern, adaptif, dan semakin dekat dengan masyarakat,” kata Budiyanto.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Adnas menegaskan bahwa tidak ada tendensi politik apa pun terkait namanya yang disebut-sebut layak menjadi Ketua PMI Jawa Tengah. Namun secara prinsip dirinya siap ikut mengambil bagian untuk menentukan arah organisasi kemanusiaan tersebut dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
“Tidak ada tendensi politik untuk menjadi apa pun kedepan. Namun demi kemaslahatan dan berbakti untuk masyarakat, saya siap menjalankan setiap kepercayaan yang diberikan,” ujar Adnas.







