Koma.id | Jakarta – Rencana pemindahan Patung Jenderal Sudirman di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, resmi dibatalkan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan monumen pahlawan nasional itu akan tetap berada di lokasi semula dan menjadi bagian dari desain baru kawasan pedestrian deck atau jembatan “donat” yang tengah dibangun.
Kepastian tersebut disampaikan Pramono saat pencanangan pembangunan jembatan donat di Dukuh Atas, Minggu (21/06).
“Setelah kami merenungkan berhari-hari, Patung Jenderal Sudirman tetap akan di tempat ini, jadi tidak akan kita geser, supaya tidak menjadi polemik. Tempat ini menjadi lebih baik, lebih indah,” ujarnya.
Alih-alih dipindahkan, patung Sudirman akan ditempatkan di tengah jembatan donat sebagai elemen utama kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD) Dukuh Atas. Pramono menegaskan posisi patung tidak mengganggu konsep integrasi transportasi yang menghubungkan MRT, LRT, TransJakarta, KCI, dan kereta bandara.
“Saya sudah melihat detail gambarnya, sehingga tidak perlu dipindahkan. Bahkan patung ini akan sangat kelihatan dari atas jembatan,” kata Pramono.
Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat menambahkan, pedestrian deck akan dilengkapi anjungan pandang agar masyarakat dapat melihat patung dari ketinggian.
“Patung Sudirman tetap di situ. Di dalam pedestrian deck nanti ada anjungan yang memungkinkan pengunjung melihat langsung patung dari atas,” ujarnya.
Pembangunan jembatan donat di Dukuh Atas ditujukan untuk mengurangi kemacetan di kawasan Jalan Sudirman. Menurut Pramono, fasilitas ini akan memudahkan perpindahan antarmoda transportasi dan mengurangi aktivitas penumpang di tepi jalan yang selama ini menghambat arus lalu lintas.
“Kalau ini sudah ada, orang tidak lagi turun ke bawah. Pasti akan menggunakan jalan di atas karena semua moda transportasi terhubung,” jelasnya.
Wacana pemindahan Patung Jenderal Sudirman sempat mencuat pada 2025 dan menimbulkan pro-kontra di masyarakat. Sebagian warga mendukung demi penataan kawasan, sementara lainnya menolak karena patung dianggap sebagai simbol sejarah dan penghormatan bagi sang jenderal besar.
Dengan keputusan terbaru ini, Pemprov DKI menegaskan patung akan tetap berdiri di lokasi semula sebagai bagian dari wajah baru Jakarta yang lebih tertata, modern, dan tetap menghormati nilai sejarah.








