Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Keamanan

Habib Syakur Sayangkan Banyak Pelajar dan Pemuda Cuman Pengin Rusuh di DPR

Views
×

Habib Syakur Sayangkan Banyak Pelajar dan Pemuda Cuman Pengin Rusuh di DPR

Sebarkan artikel ini
Tawuran di DPR
Aksi kerusuhan di Senayan, Jakarta Pusat.

KOMA.ID, JAKARTA – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid menyayangkan kerusuhan yang dilakukan sejumlah pelajar dan pemuda di kawasan DPR RI. Di mana mereka melakukan anarkisme dengan merusak fasilitas umum dan sengajak menyerang aparat kepolisian.

“Saya melihatnya itu bukan demonstrasi, itu murni kerusuhan, sejak awal mereka tujuannya adalah rusuh. Artinya itu bukan demokrasi yang dilindungi undang-undang,” kata Habib Syakur, Kamis (28/8/2025).

Silakan gulirkan ke bawah

Sebab kata dia, aksi demonstrasi menyampaikan aspirasi dan pendapatnya itu harus dilakukan dengan etika dan moralitas. Pun jika ada gesekan hal itu wajar, namun konteksnya bukan bertujuan untuk menyerang aparat yang berjaga, apalagi sengaja melakukan tindakan anarkisme.

“Ya kalau sejak awal mereka membawa petasan, membawa batu, membawa botol miras bekas, artinya sejak awal mereka itu mau rusuh, bukan demonstrasi,” tegasnya.

Oleh sebab itu, terkait dengan kasus ini ia mendorong agar aparat kepolisian segera menangkap otak di balik kasus kerusuhan tersebut. Siapa komandonya dan segera menyeretnya ke meja hijau.

“Saya kira Polri mampu melacak siapa otak di balik kerusuhan tersebut, siapa yang mengerahkan dan apa motifnya. Tangkap, adili,” ucapnya.

Lebih lanjut, ulama asal Malang Raya ini menyatakan bahwa aksi unjuk rasa adalah suatu kebebasan yang diberikan negara kepada rakyatnya untuk dapat menyampaikan aspirasinya di muka umum. Namun ia menegaskan jika kebebasan yang diberikan tersebut tidak berlaku absolut.

Ia mengatakan ada batasan hukum dan norma yang harus ditaati, sehingga kebebasan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik dan tidak mencederai kebebasan orang lain.

“Ingat ya, kebebasan demokrasi itu bukan bebas mutlak, ada batasan aturan perundang-undangan lainnya, semua harus memahami itu agar iklim demokrasi kita tetap berjalan baik dan kondusif,” tutur Habib Syakur.

Sekadar diketahui, bahwa demonstrasi hari ini di DPR RI didominasi oleh buruh dan mahasiswa. Namun saat memasuki sore hari, ribuan massa aksi dari non organisasi merangasak ke kawasan DPR RI melalui akses Jalan Asia Afrika, Slipi Petamburan maupun Pejompongan.

Akibatnya, aparat kepolisian bersama dengan TNI Pun turun tangan untuk menghadang massa yang tampak jelas bertujuan untuk melakukan tindakan anarkisme. Bahkan sejumlah fasilitas umum pun rusak akibat kerusuhan yang dilakukan oleh massa.

Hingga berita ini diturunkan, penjagaan situasi oleh aparat keamanan masih terus dilakukan di kawasan Slipi Petamburan maupun Pejompongan. Sebab masih banyak massa aksi yang masih tampak bertahan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.