KOMA.ID, JAKARTA – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid mengaku gembira dan tenang melihat bagaimana Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh penting nasional, khususnya para mantan Presiden dan Wakil Presiden pendahulunya.
Menurutnya, apa yang dilakukan Presiden Prabowo adalah contoh konkret bagaimana kepala negara mampu merangkul semua kalangan untuk tetap guyub dan sinergis.
“Saya jujur alhamdulillah, bersyukur sama Gusti Allah karena Pak Prabowo menunjukkan keteladanan, kebangsawanannya yang luhur, selalu merangkul semua kalangan, selalu rukun dengan para pendahulunya,” kata Habib Syakur kepada wartawan, Selasa (3/3/2026).
Apa yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto menurut Habib Syakur adalah semata untuk memastikan Indonesia berjalan dengan sangat baik, karena dalam mengelola negara tidak bisa kubu-kubuan, namun harus bersama-sama.
“Ya Bung Karno punya slogan yang populer, holopis kuntul baris seperti nama media Anda. Itu bukan sekadar slogan, tapi ejawantah dari bagaimana seharusnya Indonesia berlangsung. Semuanya gotong royong, rukun dan kerja sama, itulah kekuatan Indonesia ya, kebersatuannya,” ujarnya.
Cak Imin Ajak Polri, Menag hingga Pemda Gercep Tindak Kekerasan Seksual di Pesantren : Mangkel Aku!
Walaupun dalam forum tersebut, ada satu mantan kepala negara yang tidak hadir, yakni Megawati Soekarnoputri. Menurut Habib Syakur, hal itu karena bukan jadi soal walaupun ia sendiri cukup menyayangkannya.
“Ya karena ada yang tidak bisa diutarakan dengan kata. Tapi persoalan personal antara Pak SBY dan pak Jokowi juga mungkin jadi faktornya. Beliau seperti sangat enggan untuk bisa satu meja dengan dua tokoh itu, saya masih menyayangkan hal itu,” ujarnya.
Lebih lanjut, ulama asal Malang Raya ini mengaku sangat optimis Indonesia akan baik-baik saja. Sebab para penguasa yang saat ini berjalan tetap guyub dengan para mantan kepala negara sebelumnya.
Bagi Habib Syakur, kondisi tersebut menjadi aspek yang cukup fundamental untuk memastikan apakah Indonesia masih berada di rel yang sama atau tidak.
“Kuncinya semuanya rukun, yang penting niat hatinya untuk tetap bersama, bersama membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Saya melihat aura itu kuat sekali malam ini di Istana. Kita semuanya patut bersyukur ya,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, bahwa Presiden Prabowo Subianto mengundang para mantan Presiden dan Wakil Presiden. Selain itu, hadir juga para pimpinan Kementerian dan Lembaga Negara. Bahkan sejumlah mantan duta besar juga tampak hadir.
Nama-nama yang terlihat adalah Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua MPR RI Ahmad Muzani. Lalu ada juga Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.
Tampak juga Presiden RI ke 7 Joko Widodo (Jokowi), Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Wakil Presiden RI ke 10 dan ke 12 Muhammad Jusuf Kalla. Lalu hadir pula Wakil Presiden RI ke 13 KH Maruf Amin, dan juga Wakil Presiden RI ke 11 Boediono.
Selain itu, hadir para pimpinan partai politik, seperti ; Presiden PKS (Partai Keadilan Sejahtera) Al Muzzammil Yusuf, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Hadir pula Ketua Umum PAN (Partai Amanat Nasional) sekaligus Menko Pangan Zulkifli Hasan. Lalu ada juga Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Begitu juga Ketua Umum PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
Kemudian, tampak juga para kepala lembaga negara seperti ; Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan juga CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani, dan juga Kepala KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) Anindya Bakrie.
Lalu, hadir juga sejumlah mantan Menteri Luar Negeri; Habib Ali Shihab, Marty Natalegawa, dan Hassan Wirajuda.
Tak terlewatkan juga sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih juga hadir. Termasuk Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, dan juga Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.












