Koma.id – Ketua Aliansi Mubaligh Perekat Umat, Gus Sholeh Marzuki, mengapresiasi gerak cepat Polri dalam menangani kasus bentrok yang terjadi di Bitung, Sulawesi Utara, beberapa waklu lalu.
“Kami terus terang berterima kasih, bravo Polri presisi yang mana Kapolda setempat telah bertindak cepat dan tepat, karena gimana pun juga bila melanggar ketentuan hukum maka lakukan penegakkan hukum, sehingga ada keadilan,” kata Gus Sholeh, Selasa (28/11/2023).
Dikatakannya, bentrokan tersebut bukanlah konflik yang berdasarkan pada suku, agama, ras dan antara golongan. Kata dia, Indonesia adalah negara Pancasila yang menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman.
“Ini Indonesia, bukan negara agama, bukan juga sekuler dan kapitalis, tapi negara Pancasila dan berbhineka tunggal ika. Jadi perbedaan adalah khazanah, mari dari perbedaan ini ktia saling melengkapi, bukan malah saling tonjok, pukul dan aniaya,” ujarnya.
“Untungnya Kapolri melalui kapolda di sana menangkap 7 orang, lima pelaku, dan dua yang teraniaya, sekali lagi terima kasih Polri, meskipun nyawa tak kan kembali, tapi setidaknya merasa ada keadilan,” tukasnya.













