Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
PolhukamPolitik

LSI: Capres yang Gunakan Politik Identitas di 2024 Sulit Raih Kemenangan

Views
×

LSI: Capres yang Gunakan Politik Identitas di 2024 Sulit Raih Kemenangan

Sebarkan artikel ini
LSI: Capres yang Gunakan Politik Identitas di 2024 Sulit Raih Kemenangan

Koma.id Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengungkapkan calon yang menggunakan politik identitas akan sulit meraih kemenangan di Pilpres 2024 mendatang.

“Mereka akan kurang besar peluang kemenangannya kalau menggunakan politik identitas,” ucap Djayadi Hanan di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2023).

Silakan gulirkan ke bawah

Menurut Djayadi, tingkat relevansi politik identitas semakin rendah. Untuk itu, para calon presiden (capres) tak bisa lagi menggunakan politik identitas untuk meraup suara.

Djayadi mengatakan para capres harus menggunakan cara politik yang lebih bersifat umum dan tidak lagi berbasis politik identitas.

“Maka menurut saya penggunaan politik identitas akan kurang relevan di Pemilu 2024,” ungkap Djayadi.

Djayadi berpandangan, ketiga tokoh potensial tersebut terlihat sama rata baik dari suku, etnis, dan religiusitasnya. Dengan demikian, ketiga tokoh itu perlu menarik kalangan pemilih di luar basis pendukung mereka.

“Untuk menang dia tidak bisa hanya mengandalkan dukungan utama dari basis dia. Dia harus mencari dukungan dari kelompok yang lebih independen, lebih swing dalam pilihannya, bisa ke mana saja,” kata Djayadi.

Djayadi mencontohkan pada 2019 lalu, mayoritas pendukung Prabowo adalah kalangan yang berbasis Islam. Namun, untuk saat ini Prabowo harus bisa menarik pendukung di luar kelompok Islam, seperti pemilih nasionalis.

“Tetapi untuk menang Pak Parbowo harus membujuk sebanyak mungkin pendukung Jokowi. Kita tahu dulu 2019 pendukung Jokowi banyak yang berasal dari kelompok-kelompok nasionalis yang dianggap tidak terlalu kuat Islam-nya. Jadi Prabowo perlu memperoleh dukungan dari kelompok yang basis Islamnya tidak terlalu kuat,” tutur Djayadi.

Sebaliknya, Ganjar Pranowo yang saat ini mayoritas didukung oleh pemilih berbasis nasionalis, harus mampu menarik kalangan pemilih dari kelompok Islam.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.