KOMA.ID, JAKARTA – Pemimpin agama Katolik, Paus Leo XIV mengaku telah memperhatikan dengan sangat seksama terkait dengan apa yang terjadi pada kawasan Timur Tengah. Khususnya serangan militer Amerika dan Israel ke Iran yang menewaskan pimpinan tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
“Saya mengikuti dengan keprihatinan mendalam apa yang terjadi di Timur Tengah dan di Iran selama masa yang penuh gejolak ini, tulis Pope Leo XVI di akun X pribadinya @Pontifex, Minggu (1/3/2026).
Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan kembali bahwa konflik tidak akan bisa diselesaikan jika antar masing-masing pihak terus menunjukkan kekuatannya dengan serangan balasan demi balasan. Melainkan melalui jalur dialog dan diplomasi yang sehat.
“Stabilitas dan perdamaian tidak dicapai melalui ancaman timbal balik, atau melalui penggunaan senjata yang menabur kehancuran, penderitaan, dan kematian, tetapi hanya melalui dialog yang masuk akal, tulus, dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Ketimbang saling membunuh dan menyerang, Paus Leo meminta baik Israel, Amerika Serikat maupun Iran agar mengambil jalur lebih moderat demi kepentingan seluruh umat dan bangsa dunia. Tidak sekadar mengedepankan sentimen dan ego kelompok saja. Sebab ada jutaan manusia yang ingin hidup tenang tanpa terdampak peperangan yang mematikan semacam itu.
“Menghadapi kemungkinan tragedi yang sangat besar, saya menyampaikan permohonan tulus kepada semua pihak yang terlibat untuk memikul tanggung jawab moral dalam menghentikan spiral kekerasan sebelum menjadi jurang yang tak terjembatani,” seru Paus.
Bahkan ia juga menyerukan kepada seluruh negara di dunia untuk ikut bersama-sama membantu mendinginkan situasi dan menyelesaikan persoalan secara bijaksana dan penuh tanggung jawab.
“Semoga diplomasi kembali memainkan peran yang semestinya, dan semoga kesejahteraan rakyat yang mendambakan kehidupan damai yang didasari keadilan tetap terjaga. Dan marilah kita terus berdoa untuk perdamaian,” pungkasnya.











