KOMA.ID, JAKARTA – Mantan Menko Polhukam sekaligus pakar hukum tata negara dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Prof Mahfud MD menyatakan bahwa dirinya masih sangat menaruh keyakinan, bahwa Presiden Prabowo Subianto masih berkomitmen alam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di Indonesia.
Pun sepanjang tahun 2025 terakhir, Mahfud MD belum melihat adanya seiring sejalan antara ucapan dan statemen Presiden Prabowo Subianto dengan implementasi di lapangan terkait dengan dua aspek tersebut. Namun Mahfud yakin Presiden sangat paham betul situasi dan kondisi saat ini bagaimana.
“Kita yakin presiden Prabowo itu tahu masalah itu secara lengkap, karena dua hal paling tidak menurut saya Pak Prabowo itu pengetahuan dan pengalamannya sangat luas sehingga mudah melihat dan menganalisis apa yang ada di depannya,” kata Mahfud MD dalam video di channel Youtube pribadinya, Jumat (2/1/2026).
SPEDA Ingatkan Gerakan Mahasiswa Jangan Terseret Isu Viral, Soroti Pentingnya RUU Perampasan Aset
Di samping itu, Mahfud MD memberikan penilaian subyektif kepada Prabowo Subianto, bahwa Presiden Republik Indonesia ke 8 tersebut memiliki kualitas intelektual yang sangat baik dan kuat, terlebih ditambah dengan topangan pengalaman yang tidak sepele.
“Yang kedua, Pak Prabowo itu orang yang sangat pandai, sangat cerdas, sehingga tidak mungkin tidak tahu apa yang sedang dihadapi. Kita saja yang tidak tahu,” ujarnya.
Oleh sebab itu, sebagai orang yang sangat concern dengan pemberantasan korupsi dan penegakan hukum di Indonesia, Mahfud MD masih menaruh kepercayaan sangat tinggi kepada Prabowo Subianto, bahwa saat ini Kepala Negara tersebut tengah menyusun strategi yang lebih tepat untuk mengatasi persoalan yang ada.
Salah satu yang menurut Mahfud MD menjadi pekerjaan yang tidak cukup mudah bagi Presiden Prabowo Subianto saat ini adalah memilah ranjau politik yang telah terjadi di periode pemerintahan nasional sebelumnya, sehingga efek samping dari sikap yang diambil tidak malah menciptakan kerusakan politik yang lebih parah.
“Kalau saya ya berprasangka baik saja, bahwa presiden Prabowo mungkin sedang menata dan mengatur langkah memilah dan memilih ranjau politik untuk mempertemukan dua elemen komitmen, yakni statemen dan implementasi,” tuturnya.
Dirinya juga menyadari bahwa relasi kuasa dan sejarah buruk nasional juga menjadi aspek yang tidak begitu bisa serta merta dibereskan. Walaupun sebagai Kepala Negara dan juga Kepala Pemerintahan, Prabowo bisa saja melakukan pemberesan maksimal secara cepat dan sporadis, hanya saja matematika politik tidak boleh diabaikan begitu aja.
“Sedang dipilah-pilah, karena kita harus maklum tidak mudah memang, tidak mudah menyelesaikan ranjau-ranjau politik. Kalau hanya berpikir saklek hukum selesai, tapi ranjau-ranjau politik itu memang tidak mudah dihadapi dan diselesaikan dengan cepat,” tandas Mahfud MD.
Setidaknya, mantan Menteri Pertahanan era Presiden Gus Dur dan juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini berharap besar di tahun 2026, Presiden Prabowo Subianto sudah berhasil memilah-milah ranjau politik tersebut, sehingga implementasi antara ucapan dan tindakan yang ia sorot dapat dijalankan dengan baik oleh pemerintahan saat ini.
“Oleh sebab itu kita berharap pada tahun 2026 ini Pak Prabowo sudah bisa lebih maju dalam memilah-milah urusan ini, sehingga penegakan hukum dan pemberantasan korupsi berjalan lebih baik,” pungkas Mahfud MD.













