KOMA.ID, JAKARTA – Karo Labdokkes Pusdokkes Polri Brigjen Pol. Sumy Hastry Purwanti merilis hasil uji forensik yang telah diminta oleh Bareskrim Mabes Polri terkait dengan pencocokan DNA antara Ridwan Kamil, Celina Azzura dan Lisa Mariana.
Dalam paparannya, Brigjen Pol Hestry menegaskan bahwa DNA Celina Azzura hanya cocok dengan Lisa Mariana, dan sama sekali sekali tidak cocok dengan Ridwan Kamil.
“Separuh profil DNA Celina Azzura cocok dengan separuh profil DNA Lisa Mariana Presley Zulkandar. Separuh profil DNA Celina Azzura lainnya tidak cocok dengan separuh profil DNA Mochammad Ridwan Kamil,” kata Brigjen Pol Hestry dalam konferensi persnya di Jakarta, Rabu (20/8/2025).
Dengan hasil tes DNA tersebut, kembali diingatkan bagaimana klarifikasi yang pernah disampaikan oleh Ridwan Kamil melalui akun Instagram pribadinya pada 27 Maret 2025 lalu. Di mana pria yang karib disapa Kang Emil tersebut telah menyatakan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki anak dari seseorang yang diketahui bernama Lisa Mariana.
“Kemarin telah beredar kabar bahwa ada pihak yang mengaku memiliki anak dari saya. Saya perlu sampaikan bahwa, ini adalah tidak benar dan merupakan fitnah keji bermotif ekonomi yang didaur ulang,” tulis Ridwan Kamil.
Dalam klarifikasinya itu, Kang Emil mengaku pernah bertemu dengan Lisa Mariana, namun hanya sekali saja dan memberikan bantuan biaya kuliah. Bahkan secara pribadi, ia memiliki semua bukti aktivitas komunikasinya dengan wanita kelahiran 22 April 2000 tersebut.
“Saya hanya bertemu yang bersangkutan satu kali, terkait permohonan bantuan kuliah,” tandasnya.
Bahkan kata Ridwan Kamil, saat dirinya bertemu dengan Lisa, ternyata wanita tersebut sudah dalam kondisi hamil. Sementara terkait dengan persoalan kehamilan yang ditudingkan merupakan hasil hubungan gelap dengan Kang Emil, ia menegaskan bahwa persoalan tersebut sudah diselesaikan bersama dengan pihak keluarga dari Lisa.
“Dan Permasalahan 4 tahun lalu ini sudah diselesaikan melalui bukti-bukti akurat yang tidak terbantahkan, bahwa ia sudah hamil duluan saat bertemu dan karenanya yang bersangkutan sudah meminta maaf di hadapan keluarganya,” tuturnya.
Namun ia mengaku heran mengapa saat ini muncul lagi persoalan tersebut. Yang kemudian ia pun menilai bahwa motifnya adalah murni ekonomi belaka.
“Yang saya tidak pahami adalah mengapa sekarang dimunculkan lagi, atas motivasi yang saya tidak pahami. Semoga yang bersangkutan diberikan hidayah,” tandas Kang Emil.
Karena kasus tersebut sudah menjadi konsumsi publik, mantan Gubernur Jawa Barat tersebut memilih untuk menyelesaikan kasus tersebut secara hukum.
“Karenanya untuk kali ini, saya akan menggunakan tim hukum, untuk mewakili saya dalam permasalahan ini, sehingga bukti-bukti akurat terkait kebohongan fitnah ini bisa diperlihatkan kembali pada waktu yang dibutuhkan,” pungkasnya.












