Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Seleksi Calon Siswa Sekolah Rakyat di Daerah Telah Dimulai

Views
×

Seleksi Calon Siswa Sekolah Rakyat di Daerah Telah Dimulai

Sebarkan artikel ini
Seleksi Calon Siswa Sekolah Rakyat di Daerah Telah Dimulai
Menteri Sosial (Mensos) sekaligus Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Saifullah Yusuf atau akrab dipanggil Gus Ipul. (Foto/Istimewa)

Koma.id Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan, tahap seleksi administrasi bagi calon siswa Sekolah Rakyat di daerah telah dimulai. Ia menjelaskan bahwa calon siswa akan didata terlebih dahulu, yakni harus masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan masuk dalam desil 1 atau kelompok rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

“Proses seleksi administrasi bagi calon siswa Sekolah Rakyat di daerah telah dimulai. Hari ini kami telah mengunjungi salah satu calon siswa di Bandarlampung,” kata Mensos yang karib disapa Gus Ipul ini, Senin (12/5).

Silakan gulirkan ke bawah

Setelah itu, menurutnya, pendamping program keluarga harapan (PKH), Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten, kota atau provinsi akan melakukan kunjungan ke sekolah calon siswa.

“Jadi calon siswa ini didata terlebih dahulu, kemudian akan ada kunjungan ke rumah calon siswa oleh pendamping PKH, Dinas Sosial kabupaten kota ataupun provinsi serta BPS,” ujar Mensos.

Jika seluruh proses administrasi serta survei lapangan telah selesai dan disetujui, maka kepala daerah akan menandatangani untuk kemudian diteruskan ke Kementerian Sosial (Kemensos) agar calon siswa resmi ditetapkan sebagai siswa Sekolah Rakyat.

“Dalam proses perekrutan siswa Sekolah Rakyat bagi calon siswa yang sudah lulus dalam seleksi administrasi serta survei lapangan, kemudian dilanjutkan dengan melakukan cek kesehatan dan untuk selanjutnya proses penerimaan berjalan seperti biasa,” kata Mensos.

Gus Ipul lantas mengatakan, pembelajaran di Sekolah Rakyat akan dimulai pada Juli 2025. Kemudian, masa masuk ke matrikulasi dan orientasi untuk menggantikan tes akademik.

“Karena tidak ada tes akademik dan hanya ada seleksi administrasi dan cek kesehatan. Nanti siswa akan diajak mengenal lebih jauh mengenai metode pendidikan sekolah. Paling tidak nanti akan diperkuat untuk Bahasa Inggris, Matematika baru proses pembelajaran dimulai, dan yang membuat kurikulum adalah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat dibuat untuk jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), serta sekolah menengah atas (SMA).

Sekolah Rakyat diperuntukan bagi anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Diberitakan sebelumnya, Gus Ipul menyampaikan, sudah lebih dari 8.000 calon siswa yang mendaftar ke Sekolah Rakyat hingga awal Mei 2025.

Seiring dengan antusiasme tersebut, jumlah lokasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat pun ditambah dari semula 53 menjadi 65 titik pada tahun ajaran 2025/2026. “Sekarang sudah lebih dari 8.000 calon siswa. Lokasinya juga bertambah, dari 53 sekarang sudah 65 titik,” ujar Gus Ipul.

Proses rekrutmen siswa dilakukan secara aktif oleh tim Kementerian Sosial bersama kementerian lain dan pemerintah daerah. Mereka bahkan melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah calon siswa untuk mendata kondisi sosial dan ekonomi keluarga, termasuk melengkapi data dengan dokumentasi rumah.

 

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.