Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerahRagam

Di Pondok Pesantren Al Fatah, Temboro: Tarawih Maraton 8 Jam dengan 30 Juz Al-Qur’an

Views
×

Di Pondok Pesantren Al Fatah, Temboro: Tarawih Maraton 8 Jam dengan 30 Juz Al-Qur’an

Sebarkan artikel ini
Di Pondok Pesantren Al Fatah, Temboro: Tarawih Maraton 8 Jam dengan 30 Juz Al-Qur’an

Koma.id, Magetan –Malam Ramadan menjadi momen penuh keberkahan bagi umat Muslim di seluruh dunia. Namun, ada yang istimewa di Pondok Pesantren Al Fatah, Desa Temboro, Kecamatan Karas, Magetan, Jawa Timur. Di sini, ratusan jamaah dari berbagai penjuru negeri, bahkan dunia, datang untuk melaksanakan shalat tarawih yang berbeda dari biasanya—shalat yang berlangsung hingga delapan jam dengan pembacaan seluruh 30 juz Al-Qur’an setiap malam.

Tradisi yang telah berjalan selama 4 tahun ini semakin menarik perhatian. Ustaz Muhammad Yusuf Hasyim, salah satu pengasuh pondok, menjelaskan bahwa ibadah yang dikenal sebagai “shalat tarawih terlama di Indonesia” ini dimulai sesaat setelah shalat Isya dan berlangsung hingga mendekati waktu Subuh.

Silakan gulirkan ke bawah

“Pelaksanaannya mencakup 30 juz setiap malam. Jadi, setelah shalat Isya, tarawih berlangsung selama kurang lebih delapan jam,” ungkap Ustaz Yusuf.

Setiap malam, shalat tarawih ini dibagi ke dalam 20 rakaat, dengan pembacaan Al-Qur’an yang dipimpin oleh lima imam. Masing-masing imam bertugas membaca enam juz.

Tidak sembarang orang bisa menjadi imam dalam ibadah ini. Ahmad Zuhair Afif Rahmatulloh, salah satu imam, menuturkan bahwa setiap imam harus hafal Al-Qur’an dan memiliki fisik yang kuat.

“Persiapannya tidak instan. Sebelum Ramadan, kami sudah membentuk kelompok imam sehingga pada hari pelaksanaan, semuanya siap,” kata Ahmad Zuhair.

Bagi jamaah, stamina adalah kunci untuk mengikuti ibadah ini. Pondok pesantren bahkan menyediakan telur ayam kampung mentah dan kopi pahit untuk membantu menjaga energi para jamaah yang datang, baik dari kalangan santri, ustaz, warga sekitar, maupun pengunjung dari luar daerah dan luar negeri.

“Telur ayam kampung mentah untuk stamina, dan kopi pahit untuk mencegah kantuk. Ini sudah kami lakukan selama empat tahun terakhir,” tambah Ahmad Zuhair.

Pondok Pesantren Al Fatah sendiri merupakan salah satu pondok pesantren terbesar di Jawa Timur dengan puluhan ribu santri yang berasal dari berbagai wilayah, termasuk mancanegara. Tradisi tarawih maraton ini menjadi daya tarik spiritual yang unik, sekaligus bukti dedikasi para santri, imam, dan jamaah dalam mendalami ibadah Ramadan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.