Gulir ke bawah!
Nasional

Soroti Aksi 21 Mei Peringatan Reformasi, Habib Syakur: Rakyat Makin Cerdas Gak Gampang Terpengaruh Dengan Gerakan Pemakzulan Jokowi

9039
×

Soroti Aksi 21 Mei Peringatan Reformasi, Habib Syakur: Rakyat Makin Cerdas Gak Gampang Terpengaruh Dengan Gerakan Pemakzulan Jokowi

Sebarkan artikel ini

Koma.id, Jakarta – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid meminta masyarakat cerdas terkait ajakan pada berujung isu pemakzulan Presiden Jokowi. Termasuk pada aksi 21 Mei 2024 dengan memanfaatkan momentum Reformasi.

“Nah di sini saya minta kepada masyarakat harus cerdas terhadap ajakan gerakan memakzulkan Jokowi. Itu ajakan yang sangat tidak rasional, merupakan ajakan yang tercela dan dilarang sama agama,” tegas Habib Syakur, hari ini.

Silakan gulirkan ke bawah

Menurutnya, momentum Reformasi kali ini adalah isu tahunan, namun semangat reformasi itu sampai saat ini tidak menggema secara baik dan benar di masyarakat.

“Dan masyarakat sampai hari ini bingung dengan semangat reformasi, karena dipergunakan untuk kelompok-kelompok tertentu secara politik, yang dipergunakan untuk mengganyang Pemerintah,” ujarnya.

Habib Syakur yang merupakan Ulama asal Malang Raya itu memastikan Pemerintah semakin hari semakin memperbaiki kinerjanya untuk rakyat. Dan saat ini, rakyat sudah jenuh, mendengar hasutan-hasutan dari kelompok-kelompok yang benci yang ingin memakzulkan Jokowi.

“Saya rasa rakyat semakin cerdas, semakin terdidik, terlatih dan jeli, dan tidak gampang terpengaruh. Saya berdoa semoga rakyat semakin bijaksana menyikapi pemberitaan-pemberitaan isu-isu propaganda yang terjadi untuk menghasut Pemerintah,” ujarnya.

Dikatakannya, Pemerintahan dari setelah mau masuk reformasi sampai hari ini tentunya kan ingin memperbaiki hajat hidup orang banyak rakyat bukan kelompok-kelompok tertentu. Kata dia, rakyat harus membantu pemerintah dari Kamtibmasnya, harus bekerja sama dengan TNI Polri, dari swadaya masyarakat, swadaya mandiri untuk mengamankan keluarganya dari pengaruh-pengaruh kelompok radikalisme, kelompok intoleran.

“Dan itu semua harus berjenjang dan berkala sinerginya dengan pemerintah desa. Di situ akan terciptanya kerukunan warga karena menyadari tantangan sekarang ini adalah gangguan dari kelompok khilafah yang ingin mempropaganda rakyat untuk menghancurkan Republik kita tercinta ini dengan dalih pemahaman-pemahaman, menunggangi agama Islam,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.