Gulir ke bawah!
Nasional

KSP : Penting untuk Alih Teknologi Kereta Cepat ke SDM RI

4077
×

KSP : Penting untuk Alih Teknologi Kereta Cepat ke SDM RI

Sebarkan artikel ini

Koma.id – Staf Khusus Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Bambang Prihartono mengatakan alih teknologi dan pengetahuan tentang pengoperasian Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) ke Sumber Daya Manusia (SDM) RI menjadi hal penting yang harus diwujudkan.

“Sumber daya manusia ini komponen penting dalam proses perawatan dan pemanfaatan kereta api cepat ini. Terlebih ini budaya baru bagi kita, kita harus dengan cepat bisa adaptasi,” kata Bambang di Stasiun KA Cepat Halim Jakarta, untuk melakukan uji coba kereta cepat menuju Stasiun Tegalluar, Bandung, Jawa Barat, Senin.

Silakan gulirkan ke bawah

Bambang mengatakan bahwa SDM menjadi komponen utama dalam pemeliharaan aset kereta api cepat, selain teknologi. Dengan adanya transfer pengetahuan dan teknologi ini, maka akan menjadi salah satu kontribusi signifikan untuk mewujudkan target Indonesia Emas 2045.

“Perkembangan transportasi di Indonesia kini sangat cepat, misal LRT dan kereta cepat ini ada hampir bersamaan, sehingga kita harus cepat siapkan SDM-nya dengan baik,” kata Bambang.

Dari segi teknologi sendiri, Bambang menyebut bahwa fasilitas yang dihadirkan pada kereta api cepat ini sudah melalui pertimbangan yang matang. Selain dapat melaju hingga kecepatan 350 km/jam, pengembangan infrastruktur juga mempertimbangkan faktor keselamatan baik.

“Tidak hanya dari teknologi kereta ini sendiri, kita lihat safety juga dipikirkan dengan baik, termasuk adanya fiberglass untuk kedap suara yang membatasi antara pemukiman dengan lintasan,” kata Bambang.

Sementara itu, menurut keterangan tertulis KSP, salah satu Train Attendant KCJB, Ghina mengaku bangga dapat menjadi bagian dari sejarah kehadiran Kereta Api Cepat di Indonesia.

Ghina mengaku proses rekrutmen terbilang cukup ketat dan menantang karena melibatkan berbagai pihak meliputi PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), pihak dari beberapa kementerian terkait, hingga vendor dari China itu sendiri.

“Proses rekrutmen ini saya lalui selama 3 bulan, dan yang paling menantang saat interview dengan pihak vendor dari China karena kita dituntut untuk bisa bahasa mandarin dasar,” kata Ghina.

Selama masa uji terbatas, KCIC menyediakan empat jadwal pulang pergi (PP) atau total 8 perjalanan setiap harinya. Masyarakat juga dapat berpartisipasi dalam uji coba kereta api cepat ini secara gratis hingga 30 September 2023.

Sumber : Antara

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.