Koma.id | Tangerang – Pihak Bandara Soekarno Hatta mengimbau keluarga jemaah haji untuk tidak melakukan penjemputan langsung di terminal kedatangan. Langkah ini diambil guna menghindari kepadatan dan memastikan kelancaran operasional selama fase kepulangan haji 2026.
āMasyarakat diimbau untuk tidak melakukan penjemputan langsung di area terminal kedatangan bandara. Guna menghindari kepadatan dan memastikan kelancaran operasional,ā ujar General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, Senin (01/06).
Heru menjelaskan, seluruh jemaah haji yang tiba akan terlebih dahulu diberangkatkan menuju debarkasi masing-masing daerah sebelum bertemu keluarga. Proses kedatangan dipusatkan di Terminal 2F yang telah disiapkan sebagai terminal layanan haji dengan fasilitas pendukung, mulai dari sistem bagasi, layanan kesehatan, hingga pengaturan kendaraan dan bus pengangkut.
Fase pertama kepulangan jemaah dimulai pada 1 Juni 2026 dengan kedatangan kloter pertama dari Jeddah. Sebanyak 836 jemaah dari Debarkasi Pondok Gede (391 orang) dan Bekasi (445 orang) tiba menggunakan maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines.
Secara keseluruhan, Bandara Soekarno-Hatta dijadwalkan melayani kepulangan 34.853 jemaah selama periode 1ā30 Juni 2026. Jumlah tersebut terbagi dalam 84 kloter, terdiri atas 8.701 jemaah Debarkasi Pondok Gede, 12.092 jemaah Debarkasi Bekasi, 9.096 jemaah Debarkasi Banten, serta 4.964 jemaah transit menuju Lampung.
Heru menegaskan, pihak bandara terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan setiap tahapan berjalan aman dan tertib. āKolaborasi seluruh stakeholder menjadi kunci keberhasilan operasional haji,ā katanya.
Dengan tingginya jumlah jemaah yang akan tiba sepanjang Juni, pihak bandara berharap keluarga dapat mengikuti imbauan yang disampaikan demi kelancaran proses pemulangan haji tahun ini.








