KOMA.ID – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid memberikan apresiasi kepada kepolisian yang telah melakukan penangkapan terhadap penipu dan calo tiket konser Coldplay yang telah meresahkan masyarakat.
“Polemik konser besar ini tentu banyaknya calon, potensi penipuan banyak sekali. Kita lihat banyak korban di sana, mereka kehilangan uang sampai belasan juta rupiah, dan ini jelas meresahkan ya,” kata Habib Syakur kepada wartawan, Selasa (23/5).
Atas penangkapan yang dilakukan kepolisian, ia menilai hal ini berdampak juga kepada kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian yang sempat mendapatkan sentimen negatif beberapa waktu lalu.
“Terima kasih Polri, ini akan menjadi salah satu kesempatan untuk meningkatkan kembali public trust kepada Kepolisian kita tercinta,” ujarnya.
Lebih lanjut, ulama asal Malang Raya ini pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mewaspadai berbagai modus operandi dari para penipu di dunia digital.
BEM UBK Siap Gugat UU Polri ke MK
“Saya kira masyarakat harus lebih melek lagi soal literasi digital. Jangan karena hawa nafsu ingin menonton konser justru mengabaikan rasionalitas. Karena kasus ini bisa terjadi karena masyarakat kita kurang literasi,” tuturnya.
Pun demikian, ia tetap meminta agar Kepolisian segera menutup semua celah potensi penipuan yang sampai saat ini masih mungkin saja terjadi.
“Semua peluang penipuan ini harus segera ditutup, jangan sampai ada satu pun lubang jarum tersisa sehingga masyarakat kita lagi-lagi dirugikan. Edukasi dan penegakan hukum harus berimbang dan selaras,” tegasnya.
Sebelumnya diketahui, kasus pencaloan dan penipuan tiket konser Coldplay sempat terjadi dan merugikan banyak masyarakat, khususnya para pecinta grup musik asal Inggris itu. Mereka banyak yang menjadi korban penipuan penjualan tiket konser lewat sosial media. Setelah ditransfer, ternyata tiket tidak didapat dan pelaku menghilang begitu saja.
Polda Metro Jaya juga telah menangkap dua pelaku penipuan jasa titip (jastip) tiket konser Coldplay. Mereka berinisial ABF (laki-laki) dan W (perempuan).
Direktur Reskrisus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Auliansyah Lubis mengatakan, bahwa kedua pelaku itu melakukan penipuan lewat akun sosial media Twitter @fintrove_id. Pihaknya mengaku berhasil mengamankan ABF dan W di Yogyakarta setelah mendapat laporan dari korban.
“Kami melakukan penyelidikan dan kami telah mengamankan dua orang melakukan penipuan terkait penjualan tiket,” kata Aulianysah dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (25/5).
Aulianysah menyebut dua pelaku awalnya membuka akun dengan nama @Fintrove_id. Mereka membeli akun tersebut dari Twitter. Kedua pelaku memilih akun tersebut karena jumlah followersnya yang banyak. Kemudian, dari akun itu mereka membuka jasa open jastip war tiket Coldplay Music of The Sphere in Jakarta.












