Koma.id – Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menyebut kasus investasi bodong diyakini publik akan diusut tuntas.
Dalam surveinya, sebanyak 52,6 persen masyarakat mengetahui kasus investasi bodong dan 47,4 persen tak tahu.
Bahkan, publik menyebut 82,4 persen ingin diproses hukum agar pelaku dijatuhin hukuman setimpal, dan 16,3 persen mencari jalur dalami atau keadilan restoratif.
Sedangkan tidak tahu, atau tak menjawab ada 1,3 persen.
“Sekitar 52.6% warga tahu tentang investasi bodong, di antara yang mengetahui hampir semua menginginkan penanganannya diproses secara hukum sehingga pelaku dijatuhi hukuman setimpal seandainya menjadi korban,” kata Burhanuddin dalam paparanya secara virtual, Minggu (26/3/2023).
Selain itu, Indikator juga menyoroti kasus KSP Indosurya. Yang menyebut, mayoritas mendukung Polri membuka penyidikan baru kasus tersebut.
“Apakah (responden) pernah dengar upaya polisi buka penyidikan kasus ini lain? (Sebanyak) 31,1 persen tahu (dan) sebagian besar (59 persen) setuju,” jelas dia.
Tingginya dukungan tersebut tidak lepas dari banyaknya masyarakat yang kecewa dengan vonis lepas pengadilan terhadap dua terdakwa KSP Indosurya. Dalam survei Indikator, 79,9 persen responden tidak setuju dan kurang setuju putusan lepas tersebut, sementara 16,9 persen lainnya menjawab sebaliknya.
Adapun survei dilakukan dalam dua periode. Survei dilakukan pada periode Februari dan Maret 2023.
Pada periode pertama, dilakukan pada 9-16 Februari dengan 1.220 responden. Kedua, jajak pendapat berlangsung pada 12-18 Maret, menempatkan 800 responden. Margin of error 2,9 dan tingkat kepercayaan 95 persen.












