Koma.id– Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto, meminta pihak yang menangani persidangan perkara pembunuhan Brigadir J untuk waspada dan terus kawal hingga kasus tersebut hinga tuntas.
Hal ini menyusul Menko Polhukam Mahfud MD mencium adanya ‘gerakan bawah tanah’ untuk meringankan hukuman Ferdy Sambo.
“Apa yang disampaikan Menko Polhukam adalah warning dari semua pihak, dan memang sudah terdengar. Hanya sekarang ini ingin memastikan siapa orangnya,” ujar Benny.
Sementara itu, pakar politik dan keamanan Muradi, menyatakan telah berulang kali menyampaikan soal adanya dorongan loyalis yang berusaha ingin meringankan hukuman Sambo.
“Kasus ini bukan kasus antara keluarga Brigadir J dengan pak FS, tetapi antara keadilan publik dengan orang yang dianggap punya kuasa,” ucapnya.













