Koma.id – Ketua Fraksi PAN DPR RI Partaonan Daulay mengatakan wacana reshuffle yang digaungkan Presiden Jokowi bisa saja untuk mengevaluasi kinerja para kabinetnya.
Mesku begitu dia menyebut reshuffle sendiri bisa jadi terjadi di luar evaluasi kinerja para menteri-menterinya.
“Dalam kasus tertentu, presiden bisa melakukan pergantian kapan saja. Bisa saja alasannya politik. Bukan kinerja. Sekali lagi, itu adalah hak dan kekuasaan presiden,” jelasnya.
Seandainya memang Jokowi melakukan reshuffle, kata Saleh, lebih baik diserahkan sepenuhnya pada presiden.
Dia menegaskan, partai dalam koalisi Kabinet Indonesia Maju sama sekali tidak menyodorkan nama khusus.
DPR Dukung Usia Pensiun Polisi 60 Tahun
“Partai dalam lingkaran pemerintah tidak menyiapkan nama secara khusus. Presiden yang mengerti kebutuhan dan keperluannya,” katanya.
“Andai kata diminta, partai-partai yang ada baru kemudian menawarkan kader yang dinilai sesuai dengan kebutuhan dan keperluan (kabinet),” tambahnya.
Lebih baik, lanjut Saleh, kabinet dan partai koalisi Kabinet Indonesia Maju fokus pada tugas yang diamanatkan.
Seandainya perlu menawarkan nama kader saat terjadi reshuffle, PAN memiliki banyak kader yang dinilai mempuni dalam mengisi kekosongan kursi menteri.
“Kalau ada permintaan dari kader kita, barulah kita mencari yang sesuai. Kami memiliki kader yang cukup banyak dari berbagai latar belakang, karenanya kita hanya bisa menunggu keputusan politik presiden,” katanya.













