Koma.id – Ketua Majelis Adat Sasak (MAS) Lalu Bayu Windia mengatakan, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan digelar pada 15 -16 November 2022 di Bali menjadi peluang bagi para pelaku usaha di Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Peluang itu harus ditangkap,” kata Lalu Bayu, Rabu (9/11/2022).
Menurut Bayu, dilaksanakan KTT G20 di Bali merupakan upaya pemerintah pusat dalam peningkatan ekonomi, pariwisata maupun UMKM. Dan NTB, sebagai tetangga dari pulau Bali terdampak langsung atas perhelatan tersebut.
“Pemerintah pusat sudah membuka peluang, tinggal pemerintah propinsi NTB bagaimana menangkap peluang tersebut,” katanya.
Guna lebih melebarkan pelaku UMKM di NTB bisa menangkap peluang pengembangan ekonomi maupun pariwisata, jelas Bayu pemerintah propinsi NTB hendaknya lebih masif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Penyampaian informasi bisa lewat media atau kegiatan lain yang memicu pergerakan ekonomi,” katanya.
Di sisi lain, kata Bayu pelaku usaha di NTB juga hendaknya tidak lambat dalam menangkap peluang yang ada.
“Ibarat kue sudah di meja tapi tidak diambil..ya diambil orang,” katanya.
Mengenai akan dijadikannya NTB sebagai basecamp bagi delegasi G20, menurut Bayu masyarakat NTB khusunya Lombok sangat terbuka dalam menerima tamu. Tentunya, keterbukaan itu didukung oleh rasa aman dan nyaman wisatawan.
“Tentunya, Polda NTB dan pihak terkait saling bekerjasana demi keamanan dan kenyamanan para delegasi,” katanya.













