KOMA.ID, JAKARTA – Anggota sekaligus Direktur Eksekutif Bidang Percepatan Program Prioritas Ekonomi (DEN), Mochammad Firman Hidayat menyampaikan rasa optimisme terhadap kondisi ekonomi Indonesia di tengah tekanan global dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, DEN menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional masih berada dalam kondisi yang kuat dan jauh lebih baik dibandingkan saat krisis moneter 1998.
Firman mengatakan bahwa pihaknya secara khusus menyampaikan sejumlah indikator ekonomi yang menunjukkan ketahanan Indonesia masih terjaga.
“Pertama yang kami sampaikan kepada Bapak Presiden bahwa fundamental ekonomi kita dalam kondisi yang baik, bahkan jauh dibandingkan dengan kondisi krisis 1998,” kata Firman, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, sejumlah indikator makroekonomi masih menunjukkan kondisi yang sehat, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga hingga tingkat inflasi yang relatif stabil.
Selain itu, DEN juga menyoroti kondisi korporasi nasional yang dinilai jauh lebih siap menghadapi gejolak ekonomi dibandingkan masa krisis dua dekade lalu.
“Salah satu yang kami highlight adalah neraca korporasi yang dalam posisi yang sangat sehat. Salah satunya kalau teman-teman lihat utang perusahaan dalam dolar itu jauh lebih rendah dibandingkan dengan kondisi 1998,” ujarnya.
Firman menjelaskan perusahaan-perusahaan nasional saat ini juga memiliki cadangan kas yang cukup kuat untuk mengantisipasi ketidakpastian ekonomi global.
“Kalau kita lihat posisi cash dari perusahaan juga dalam posisi yang tinggi, jadi ketidakpastian yang terjadi mereka masih cukup bisa mitigasi,” tuturnya.
Tak hanya sektor korporasi, DEN juga menilai sistem perbankan Indonesia berada dalam kondisi yang kokoh. Hal itu tercermin dari tingkat permodalan perbankan yang masih sangat tinggi.
“Dari sisi perbankan kita juga dalam posisi Capital Equity Ratio di atas 25 persen. Ini menunjukkan sistem perbankan kita cukup kuat,” jelas Firman.
Meski demikian, DEN tetap mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai sejumlah risiko global yang dapat memengaruhi perekonomian nasional, mulai dari konflik geopolitik yang berkepanjangan, kenaikan harga energi dunia, hingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Namun dengan kondisi fiskal yang terjaga, sektor korporasi yang sehat, serta perbankan yang kuat, DEN meyakini Indonesia memiliki fondasi yang cukup kokoh untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.









