Koma.id | Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya rencana pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Purbaya menyebut, keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi efisiensi pemerintah dalam pelaksanaan program prioritas.
“Saya mau ketemu Ketua MBG minggu-minggu ini, mau lihat seperti apa akhirnya strateginya dia untuk tahun ini. Tapi yang jelas kemungkinan ada penurunan,” kata Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/07).
Purbaya menegaskan, kepastian mengenai besaran pemangkasan anggaran masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pimpinan BGN. Ia enggan memastikan angka penghematan yang beredar, termasuk kabar pemangkasan hingga Rp 40 triliun. Sebelumnya, anggaran MBG tahun ini mencapai Rp 335 triliun, namun sudah dikurangi menjadi Rp 268 triliun.
“Mungkin (sekitar Rp 40 triliun). Tanya dia saja (BGN), dia lebih ngerti daripada saya. Nanti akan signifikan lah pemotongannya, tetapi bukan saya yang usul, Kepala BGN sendiri,” ujarnya.
Selain soal efisiensi, Purbaya juga menyiapkan langkah pengawasan dengan menugaskan pegawai Kementerian Keuangan di daerah untuk memonitor pertanggungjawaban keuangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pengawasan tersebut direncanakan mulai berjalan pekan depan.
“Nanti orang-orang saya di daerah akan monitor SPPG-SPPG itu secara berkala. Jadi saya punya alat dan saya bisa kontrol ke anggarannya,” jelasnya.
Purbaya menambahkan, tantangan utama dalam implementasi MBG terletak pada rantai pasok, distribusi pangan, dan kapasitas logistik, terutama di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Pemerintah, kata dia, mendorong SPPG untuk melibatkan BUMDes, UMKM, dan penyedia lokal agar bahan pangan dapat diserap langsung dari petani, peternak, dan nelayan.
“Sebagai langkah konkret, pemerintah telah mendorong SPPG untuk memberdayakan Sentra Produksi Rakyat, BUMDes, UMKM, serta penyedia lokal,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut pemerintah masih melakukan pembenahan di BGN setelah pergantian pimpinan lembaga tersebut. Ia menegaskan, keputusan final mengenai skema pembiayaan MBG akan ditentukan setelah evaluasi strategi bersama Kepala BGN selesai.








